Elon Musk Blak-blakan Ingin Twitter Tiru TikTok dan WeChat

Elon Musk Blak-blakan Ingin Twitter Tiru TikTok dan WeChat

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 17 Jun 2022 22:37 WIB
Elon Musk
Incar 1 Miliar Pengguna, Elon Musk Ingin Twitter Tiru TikTok dan WeChat Foto: Associated Press
Jakarta -

Dalam diskusinya dengan karyawan Twitter, Elon Musk mengatakan ia ingin jumlah pengguna Twitter bisa mencapai satu miliar orang. Untuk mencapai targetnya itu, Musk ingin Twitter meniru TikTok dan WeChat.

Saat ditanya bagaimana cara Twitter agar bisa menambah jumlah pengguna dan meningkatkan engagement, Musk mengatakan platform media sosial itu harus menawarkan lebih banyak fungsi dan memastikan semua pengguna terhibur dan tidak ketinggalan informasi.

Orang terkaya di dunia ini kemudian mencontohkan kiprah WeChat, super app asal China yang menggabungkan media sosial dengan pembayaran online, game, hingga ride hailing.

"Tidak ada yang setara dengan WeChat di luar China," kata Musk dalam pertemuan virtualnya dengan karyawan Twitter, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (17/6/2022).

"Kalian pada dasarnya hidup di WeChat di China. Jika kita bisa menirunya di Twitter, kita akan sukses besar," sambungnya.

Musk juga memuji algoritma TikTok yang disebutnya tidak membosankan. Ia menyarankan Twitter bisa dipoles seperti TikTok agar lebih menarik karena perusahaan berlogo burung itu sudah lebih unggul dalam menampilkan berita dan kabar terbaru.

"Saya pikir Twitter bisa jadi lebih baik dalam memberikan informasi ke orang-orang tentang isu serius," ujar Musk.

Dalam diskusi tersebut, Musk juga menegaskan kembali visinya untuk membuat Twitter menjadi platform yang mengandalkan layanan berbayar tapi tidak sepenuhnya meninggalkan bisnis iklan. CEO SpaceX dan Tesla ini bahkan mengindikasikan bahwa pengguna Twitter harus membayar jika ingin akunnya diverifikasi.

Sebagai bos dua perusahaan besar, Musk secara mengejutkan mengatakan bahwa ia ingin memiliki peran yang lebih besar di Twitter. Musk mengatakan masih belum tahu posisi apa yang akan dipegang, tapi ia ingin terlibat dalam pengembangan produk dan ingin tim Twitter mempertimbangkan masukannya dalam mengembangkan fitur baru.

Tapi saat ini proses akuisisi Twitter senilai USD 44 miliar oleh Musk masih belum jelas akhirnya. Musk mengatakan perjanjian ini ditunda sampai Twitter bisa membuktikan klaimnya tentang jumlah akun bot dan spam di platfrom-nya.

Sementara itu, Twitter mengaku masih ingin melanjutkan proses transaksi hingga selesai. Belum lama ini, mereka membagikan data internalnya tentang tweet dan akun pengguna kepada tim Musk.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)