Program Inkubasi Startup Kominfo Dibuka Lagi, Ini Kriteria yang Dicari

Program Inkubasi Startup Kominfo Dibuka Lagi, Ini Kriteria yang Dicari

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 15 Jun 2022 18:30 WIB
Startup Studio Indonesia
Foto: Dok. SSI
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi membuka pendaftaran program inkubasi intensif Startup Studio Indonesia (SSI) Batch ke-5.

Program yang pertama kali dibuka pada September 2020 ini merupakan inisiatif program Kominfo yang bertujuan untuk mendampingi dan membina para startup digital tahap awal (early-stage) tanah air secara intensif agar bisa menemukan product-market fit dan berkembang semakin pesat.

Berikut ini adalah kriteria startup yang dicari untuk disertakan di program inkubasi SSI batch ke-5:

  • Sudah memiliki Minimum Viable Product (MVP) minimal 3-6 bulan terakhir.
  • Pendiri startup terlibat secara full time dalam operasional.
  • Telah memiliki badan hukum PT.
  • Startup sedang berada pada tahap pendanaan bootstrap atau maksimal pendanaan Seri-A.

Selama ini, penyelenggaraan program SSI dari tahun ke tahun selalu diikuti oleh ribuan pendaftar dari seluruh penjuru Indonesia, yang kemudian akan diseleksi menjadi 15 startup terpilih utama.

Setiap startup yang mendaftar akan dinilai berdasarkan 4 faktor, yaitu analisa laporan bisnis, profil para founder, local defensible-factors, pertumbuhan dari bulan ke bulan, serta market size dalam proposal mereka. Karena itu, untuk memperbesar kemungkinan terpilih, masing-masing startup harus mempersiapkan diri dengan baik.

"Melihat semakin kompetitifnya persaingan peserta SSI, kami terus berupaya untuk memilih dan memilah startup yang benar-benar siap untuk dibimbing ke level yang lebih tinggi. Salah satu indikatornya adalah, kami ingin melihat founder startup yang berfokus pada satu masalah yang ingin diselesaikan, dan fokus mengembangkan satu produk digital (baik B2B maupun B2C) untuk memecahkan hal tersebut," ujar Italo Gani, salah satu dewan kurator Startup Studio Indonesia Batch 5, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (15/6/2022).

"Dengan sumber daya yang masih terbatas di tahap awal, kami ingin melihat dedikasi para founder dalam mengembangkan model bisnis mereka dan memperpanjang retensi pengguna," tambahnya.

Setelah lolos melalui proses presentasi dan wawancara, nantinya 15 startup terpilih dapat mengikuti serangkaian pelatihan eksklusif selama 4 bulan, diantaranya adalah sesi Founder's Camp, sesi 1-on-1 tentang product-market-fit dengan coach, workshop marketing dan user journey, serta dukungan pengembangan teknologi (tech dev) selama 2 bulan sesuai kebutuhan.

Puncak dari rangkaian program Startup Studio Indonesia adalah Milestone Day, dimana para finalis berkesempatan memaparkan model bisnis dan pencapaiannya di depan para stakeholders industri startup.

Saat ini, penyelenggaraan Startup Studio Indonesia Batch 4 yang tengah berlangsung hingga bulan Juli 2022 pun telah memasuki sesi 1-on-1 Coaching. Para startup finalis berkesempatan dibina langsung oleh para fasilitator yang terdiri dari praktisi startup ternama, seperti Dimas Harry Priawan (Co-founder dan CEO Dekoruma), Moses Lo (Co-Founder & CEO Xendit), Christopher Madiam (Co-founder dan President Sociolla), Arip Tirta (Co-Founder & President Evermos), Gibran Huzaifah (Founder & CEO eFishery), dan masih banyak lagi.

"Kami sangat senang melihat semakin tingginya antusiasme startup terhadap program SSI dari tahun ke tahun. Ada banyak sekali startup alumni dari inkubasi intensif SSI yang telah berhasil mencapai product-market fit dan mengembangkan bisnisnya secara pesat, setelah mendapatkan pembinaan yang tepat sasaran," jelas Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo.

"Melalui program ini, kami berharap bisa terus membentuk ekosistem startup digital yang kondusif, berkelanjutan, dan suportif, dimana para pelaku startup memiliki wadah untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman serta best practices untuk bersama-sama memajukan ekonomi Indonesia," tutupnya.



Simak Video "Hikmah di Tengah Badai PHK Startup Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)