Jenfi Hadir di Indonesia, Ada Pendanaan Alternatif Startup dan UKM

ADVERTISEMENT

Jenfi Hadir di Indonesia, Ada Pendanaan Alternatif Startup dan UKM

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 06 Jun 2022 18:45 WIB
Jenfi resmi hadir di Indonesia
Jenfi Hadir di Indonesia, Tawarkan Pendanaan Alternatif untuk Startup dan UKM Foto: Screenshot/detikINET
Jakarta -

Jenfi, perusahaan penyedia pendanaan alternatif, resmi melebarkan sayapnya ke Indonesia. Startup asal Singapura ini menawarkan pendanaan berbasis pendapatan (revenue based financing) untuk UKM, startup, dan bisnis berbasis digital lainnya.

Co-founder dan CEO Jenfi Jeffrey Liu mengatakan Jenfi lahir berkat pengalamannya sendiri saat mendirikan platform GuavaPass. Liu menceritakan bagaimana GuavaPass kesulitan mencari pendanaan dari bank padahal ada banyak kesempatan untuk tumbuh pesat.

"Ini merupakan masalah umum yang kami temui di banyak startup dan perusahaan digital di wilayah Asia," kata Liu dalam media briefing virtual, Senin (6/6/2022).

"Sebagian besar institusi keuangan, fintech, mereka hanya menawarkan pendanaan tradisional. Ini cocok untuk UMKM tradisional, tapi tidak untuk bisnis digital yang tumbuh pesat," imbuhnya.

Karena itu, Liu bersama Justin Louie mendirikan Jenfi pada tahun 2019. Pada Januari 2021, Jenfi mendapatkan pendanaan seri A senilai USD 6,3 juta yang mereka manfaatkan untuk ekspansi bisnis ke Vietnam dan Indonesia.

Indonesia Growth Lead Jenfi Fachri Bayu mengatakan Jenfi menyalurkan pendanaan jangka pendek untuk bisnis digital native seperti e-commerce, software-as-a-service (SaaS), dan sebagainya.

Pendanaan yang disediakan mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar dengan pengembalian dana fleksibel berdasarkan persentase pendapatan bulanan bisnis yang menerima pendanaan. Fachri mengklaim salah satu keunggulan Jenfi adalah proses permintaan dana yang cepat, hanya 0-2 hari.

"Jenfi tidak memerlukan collateral untuk mendapatkan capital atau pendanaan, dan juga tidak ada jaminan," kata Fachri dalam kesempatan yang sama.

Ada empat kriteria bisnis yang dilihat oleh Jenfi yaitu kekuatan finansial, bisnis model, efisiensi pengeluaran perusahaan, serta inflow/outflow dan financial statement. Secara spesifik, Jenfi menyediakan modal untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan seperti pemasaran digital, pembiayaan inventaris, peluncuran produk baru, tim penjualan, dan lain-lain.

Liu menyadari platform pendanaan berbasis pendapatan seperti Jenfi merupakan sesuatu yang masih sangat baru di Indonesia. Untuk itu, di tahun pertamanya Jenfi akan fokus menggandeng komunitas UKM di beberapa kota besar di Indonesia.

"Kami sangat optimis dengan rencana kami di Indonesia. Kami sangat bersemangat untuk berkembang dan membantu bisni-bisnis di Indonesia untuk tumbuh dengan lebih cepat," pungkas Liu.



Simak Video "Hikmah di Tengah Badai PHK Startup Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT