Kontroversi Elon Musk Ungkap Posisi Politik Usai Beli Twitter

Kontroversi Elon Musk Ungkap Posisi Politik Usai Beli Twitter

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 09 Mei 2022 06:15 WIB
Apakah Pembelian Twitter oleh Elon Musk adalah Keputusan Bisnis yang Tepat?
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Elon Musk mengungkap posisi politiknya, justru setelah membeli Twitter. Langkah ini dinilai sangat kontroversial.

Netizen umumnya sudah maklum kalau Twitter menjadi medan perang politik di jagat maya. Pilpres Indonesia dan Pilpres Amerika Serikat jadi bukti kalau Twitter jadi ajang twitwar pendukung capres yang berkontestasi.

Ketika CEO SpaceX, Elon Musk membeli Twitter, publik bertanya soal netralitas politik dan bagaimana Si Burung Biru menjadi ruang politik di masa depan. Lebih jauh lagi, publik bertanya apa afiliasi politik Elon Musk?

Elon mengatakan Twitter harus menjadi tempat yang netral untuk politik. Namun, kemudian Elon tanpa tedeng aling-aling mengungkap posisi politiknya di Twitter yang lalu menjadi kontroversi.

Elon mengungkap posisi politiknya adalah tengah agak kanan. Dalam konteks politik Amerika, kanan adalah Partai Republik dan kiri adalah Partai Demokrat.

Elon bilang dia dulu pendukung Partai Demokrat. Dia pendukung Barack Obama, namun menurutnya Partai Demokrat sudah dibajak ekstremis.

Apakah itu artinya Elon lebih mendukung Donald Trump? Tweet Elon Musk mengundang reaksi keras.

"Ingatkan kami siapa yang memulai kerusuhan di US Capitol," kata pengamat politik AS, Brian Taylor Cohen dilansir News.com Australia, Minggu (8/5/2022).

Elon dapat dukungan dari Billy Markus, co-creator Dogecoin. Menurutnya, Partai Demokrat 10 tahun lalu sangat progresif. Namun kini di Partai Demokrat ada yang lebih keras lagi dalam berpolitik.

Tidak hanya itu, pendukung Partai Republik pun antusias. Tidak heran, ada suara-suara yang meminta Elon Musk memulihkan akun Donald Trump yang dibekukan Twitter.

Kontroversi ini pun masih berbuntut panjang ke depannya. Elon sebelumnya bicara soal kebebasan berpendapat di Twitter dan menjanjikan Twitter jadi tempat yang netral secara politik. Namun dengan Elon mengungkap pilihan politiknya, apakah Twitter tetap bisa jadi tempat yang netral dan berimbang?

[Gambas:Youtube]



(fay/afr)