Rusia Kerahkan Lumba-lumba untuk Deteksi Ancaman Ukraina

Rusia Kerahkan Lumba-lumba untuk Deteksi Ancaman Ukraina

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 04 Mei 2022 07:45 WIB
Sekawanan Ikan Lumba-lumba
Rusia Kerahkan Lumba-lumba untuk Amankan Pangkalan Militernya Foto: Associated Press
Jakarta -

Rusia meminta bantuan yang cukup unik dalam membantu serangannya ke Ukraina. Tidak hanya tentara dan senjata berat, Rusia juga mengerahkan lumba-lumba yang telah dilatih secara militer untuk melindungi salah satu pangkalan angkatan lautnya di Laut Hitam.

Pertahanan unik ini terungkap berkat foto satelit yang ditangkap oleh perusahaan teknologi antariksa Maxar, dan dianalisa oleh U.S. Naval Institute, seperti dikutip dari Gizmodo, Senin (2/5/2022).

Citra satelit itu diduga memperlihatkan dua kandang lumba-lumba di pintu masuk pelabuhan Sevastopol, markas armada angkatan laut Rusia di Laut Hitam. Lumba-lumba tersebut kemungkinan ditempatkan untuk mengawasi jika ada penyelam yang mencoba menyusup ke pangkalan Rusia.

Laut Hitam dan pelabuhan Sevastopol memang merupakan area yang strategis bagi Rusia. Area ini memberikan Rusia akses terhadap perbatasan Ukraina di bagian selatan, termasuk pelabuhan Odessa.

Penampakan pasukan lumba-lumba Rusia dalam tangkapan foto satelitPenampakan pasukan lumba-lumba Rusia dalam tangkapan foto satelit Foto: dok. Maxar Technologies

Jika Rusia berhasil mengambil alih Odessa, mereka bisa memotong akses perdagangan menjuju Kyiv dan memudahkan mereka mengambil alih bagian barat Ukraina. Rusia sudah menyerang Odessa, tapi belum berhasil mengambil alih daerah tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Rusia memanfaatkan lumba-lumba untuk memperkuat pertahanan militernya. Selama Perang Dingin, Rusia melatih lumba-lumba untuk mendeteksi penyelam dan kapal selam dari negara musuh serta melindungi kapal-kapal sebagai bagian dari program mamalia laut Uni Soviet.

Setelah Uni Soviet runtuh program lumba-lumba ini dipindahkan ke Ukraina, tapi setelah Rusia mencaplok Krimea pada tahun 2014 unit tersebut berada di bawah kendali Angkatan Laut Rusia.

Pasukan lumba-lumba Rusia juga pernah dikerahkan untuk perang di Suriah pada akhir tahun 2018. Hal ini terungkap berkat foto satelit yang memperlihatkan keberadaan lumba-lumba di dekat pangkalan angkatan laut di Tartus.

Tidak hanya Rusia, Angkatan Laut Amerika Serikat juga melatih lumba-lumba, paus, dan singa laut sejak era Perang Vietnam untuk mencari objek di bawah air dan patroli mengelilingi area terlarang di laut. Berdasarkan data terbaru, AS memiliki sekitar 70 lumba-lumba dan 30 singa laut yang menjaga lokasi militer strategis.

Pasukan mamalia laut Rusia juga pernah membuat heboh setelah nelayan di Norwegia menemukan paus beluga yang mengenakan harness dan kamera pada April 2019. Paus beluga itu sempat diduga sebagai mata-mata Rusia, dan diyakini sebagai anggota angkatan laut Rusia yang mengembara setelah misinya berakhir, tapi belum melupakan latihannya.

Simak Video 'Hari Raya Idul Fitri di Rusia, Warga Berdoa Perang Segera Berakhir':

[Gambas:Video 20detik]




(vmp/vmp)