Saking Gayanya, La Sape Jadi Model Video Klip Kendrick Lamar

Saking Gayanya, La Sape Jadi Model Video Klip Kendrick Lamar

Josina - detikInet
Rabu, 20 Apr 2022 09:45 WIB
La Sape adalah komunitas pencinta fashion di Kongo. Mereka rela susah makan ketimbang melepas hobi mereka memakai pakaian desainer ternama Eropa.
Foto: Dok. La Sape
Jakarta -

Beberapa akhir ini komunitas La Sape di Republik Kongo, Afrika tengah viral khususnya di Indonesia. Komunitas ini dikenal karena pilihan hidupnya yang ekstrem, mereka rela hidup melarat asal bisa tampil bergaya parlente dan modis.

Dengan gayanya yang nyentrik La Sape pernah didapuk menjadi model video klik milik penyanyi rapper asal Amerika Serikat Kendrick Lama berjudul All The Star yang dirilis pada tahun 2018 silam.

Video klip yang diunggah pada akun YouTube milik Kendrick Lama ini telah ditonton lebih dari 346 juta. Lagu All The Stars sendiri adalah salah satu soundtrack dari film Marvel 'Black Panther'.

Di dalam klip itu, Kendrick menggaet SZA yang juga menjadi teman kolaborasinya. Video yang disutradari oleh Dave Meyers tersebut terinspirasi dari kehidupan di Afrika. Kendrick Lamar berlayar di atas ribuan manusia.

Pada menit ke satu mereka La Sape ini disorot yang menampilkan berpakaian mewah dengan jas dan gaun serta asesoris seperti kacamata hitam dan cincin besar yang terlihat berkelas namun sangat kontras karena berada di rumah-rumah kumuh serta kotor. La Sape sendiri hanya muncul sekitar 42 detik.

Di scene lainnya, ia tampak menyusuri hutan mati yang diselimuti salju. Tidak sendirian, sekawanan macan kumbang menemani langkah rapper tersebut. Kini, giliran SZA yang mengambil alih. Ia berdansa di antara ratusan bintang yang bersinar.

Untuk diketahui La Sape sendiri merupakan singkatan dari Société des ambianceurs et des personnes elegantes atau Society of Atmosphere-setters and Elegant People. Orang-orang yang menganut gaya hidup ini disebut sapeurs (atau sapeuses bagi perempuan).

Anggota La Sape tak sudi pakai barang palsu. Dengan penghasilan yang pas-pasan, mereka menabung sedikit demi sedikit sampai memiliki cukup uang untuk membeli setelan jas yang mereka idam-idamkan.

"Mereka lebih suka menghabiskan USD 100-200 untuk membeli kemeja daripada menabung untuk membeli rumah atau mobil atau sepeda motor," kata Tariq Zaidi, penulis buku Sapeurs: Ladies and Gentlemen of the Congo.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "'Family Ties' Baby Keem Menang Kategori Best Rap Performance"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)