Karyawan Twitter Banyak yang Benci Elon Musk, Kenapa?

ADVERTISEMENT

Karyawan Twitter Banyak yang Benci Elon Musk, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 20 Apr 2022 06:45 WIB
HAWTHORNE-CA-MAY 29: SpaceX CEO Elon Musk unveils the companys new manned spacecraft, The Dragon V2, designed to carry astronauts into space during a news conference on May 29, 2014, in Hawthorne, California. The private spaceflight company has been flying unmanned capsules to the Space Station delivering cargo for the past two years. The Dragon V2 manned spacecraft will ferry up to seven astronauts to low-Earth orbit. (Photo by Kevork Djansezian/Getty Images)
Foto: Elon Musk
Jakarta -

Upaya Elon Musk membeli Twitter dengan mahar USD 43 miliar ternyata tak disambut gembira oleh banyak karyawan Twitter. Survei internal perusahaan mengungkap bahwa tak sedikit dari pegawai Twitter membenci sosok Elon Musk.

Bahkan beberapa pegawai Twitter ada yang memakinya dengan kata tidak pantas seperti ke****t. Sedangkan yang lain menilai Elon Musk hanya membeli saham Twitter untuk kepentingan pribadinya dan akan menjualnya jika menguntungkan.

Seperti dikutip detikINET dari New York Post, dalam survei resmi di layanan internal perusahaan bernama Blind, sebanyak 68% karyawan Twitter tidak setuju dengan kicauan Elon Musk mengenai strategi masa depan perusahaan, seperti membuat Twitter berbayar.

Kemudian, 78% karyawan menilai Elon Musk tidak punya niat terbaik untuk Twitter dan para pemegang sahamnya. Mereka pun menolak kemungkinan Elon Musk menjadi CEO Twitter.

"Saya tidak ingin dia menjadi CEO. Dia tidak punya belas kasihan," tulis seorang karyawan. "Saya tidak yakin secara mental dia baik-baik saja," tulis yang lain. Ada pula yang menyebutnya sebagai oligarki yang berbahaya.

Sekitar 69% pegawai menyatakan CEO dan direksi Twitter kurang bagus dalam bertindak untuk melawan konfrontasi dengan Elon Musk sehingga Elon seakan di atas angin.

Musk sendiri menawarkan membeli semua saham Twitter dengan nilai USD 43,4 miliar atau sekitar Rp 620 triliun. Sebelumnya Musk sudah membeli 9,2% saham Twitter dan sempat akan masuk dalam dewan direksi Twitter tapi dibatalkan.

Terkait potensi kepemilikannya, Musk mengatakan akan membuat algoritma Twitter open source dan transparan. Orang terkaya di dunia ini juga mengindikasikan Twitter akan menjadi platform yang mengedepankan kebebasan berbicara ketimbang sensor.

Elon Musk di sisi lain telah beberapa kali mengkritik kebijakan moderasi Twitter, terutama terkait misinformasi COVID-19 dan demonstrasi di Gedung Capitol, AS pada 6 Januari 2021.



Simak Video "Digugat Twitter, Elon Musk Minta Sidang Ditunda hingga Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT