YouTube Blokir Saluran Parlemen Rusia

YouTube Blokir Saluran Parlemen Rusia

Josina - detikInet
Minggu, 10 Apr 2022 17:19 WIB
Ilustrasi YouTube, Logo YouTube
Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta -

YouTube dilaporkan telah memblokir Duma TV yang merupakan saluran penyiaran parlemen Rusia, hal ini pun membuat sejumlah pejabat negara Rusia marah. Mereka mengatakan bahwa YouTube akan berhadapan dengan pembatasan.

Melansir dari Reuters, Minggu (10/4/2022) pada Sabtu (9/4) sebuah pesan di YouTube mengantakan bahwa saluran Duma TV telah dihentikan karena telah melanggar persyaratan layanan YouTube.

YouTube yang dimiliki oleh Google telah berada di bawah tekanan dari regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, dan para pejabat negara tersebut dengan cepat merespons keputusan blokir tersebut.

"Dari kelihatannya, YouTube telah menandatangani surat perintahnya sendiri. Simpan konten, pindahkan ke platform Rusia. Dan cepat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova dalam pesan Telegram.

Pengawas komunikasi mengatakan telah meminta Google memulihkan akses ke saluran Duma sesegera mungkin.

"Perusahaan IT Amerika menganut posisi anti-Rusia yang jelas dalam perang informasi yang dilakukan Barat melawan negara kita," tulis pernyataan Roskomnadzor.

Reuters menyebut Google tidak segera merespons permintaan tanggapan pemblokiran kanal parlemen Rusia ini.

Sementara itu, juru bicara Duma, Vyacheslav Volodon mengatakan kebijakan YouTube adalah bukti lanjutan dari pelanggaran hak dan kebebasan oleh Washington DC.

"Amerika ingin mendapatkan monopoli dalam promosi informasi. Kami tidak dapat membiarkan itu terjadi," kata Volodon dalam Telegram.

Rusia selama ini diketahui telah membatasi akses ke banyak platform seperti Twitter, Facebook, dan Instagram sejak melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

Rusia sebelumnya sempat mencoba melarang aplikasi pesan Telegram yang kini banyak digunakan oleh pejabat Negeri Beruang Merah. Namun larangan itu dicabut pertengahan 2020.

Beberapa media Rusia menyebut langkah itu sebagai sebuah kapitulasi, tetapi Roskomnadzor mengatakan tindakan itu dilakukan karena pendiri aplikasi Rusia, Pavel Durov siap bekerja sama dalam memerangi terorisme dan ekstremisme di platform tersebut.



Simak Video "Saat Elon Musk Kritik YouTube Pakai Meme Patrick"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)