4 Drone Canggih yang Warnai Perang Rusia dan Ukraina

4 Drone Canggih yang Warnai Perang Rusia dan Ukraina

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 26 Mar 2022 05:45 WIB
Drone Switchblade
Drone Switchblade. Foto: Aerovironment
Jakarta -

Drone lalu lalang di langit Ukraina, baik dioperasikan oleh pihak Rusia maupun Ukraina sendiri. Baik untuk tempur atau sekadar pengamatan.

Setidaknya ada 4 jenis drone yang mewarnai perang Rusia dan Ukraina. Berikut ini daftarnya yang dihimpun detikINET dari berbagai sumber:

Bayraktar TB2

Drone Bayraktar TB2 yang tergolong cukup canggih, diandalkan oleh Ukraina dan berhasil menghancurkan beberapa konvoi militer Rusia yang menginvasi negaranya. Drone ini adalah buatan Turki dan telah diterjunkan di beberapa medan pertempuran sebelumnya.

Panjang drone ini 6,5 meter dan bentang sayapnya mencapai 12 meter. Selain menyerang musuh, Bayraktar TB2 bisa pula dimanfaatkan untuk misi pengintaian dari udara. Ia bisa terbang selama 24 jam di ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada saat siang maupun malam hari.

Switchblade

Amerika Serikat mengerahkan senjata baru ke Ukraina dalam bentuk drone bunuh diri bernama Switchblade. Drone ini buatan perusahaan AeroVironment dan menjadi salah satu andalan militer AS. Ia dijuluki drone 'kamikaze' karena menabrak targetnya dengan hulu ledak tinggi sehingga keduanya hancur.

Drone Switchblade 300 yang wujudnya cukup kecil didesain untuk mengincar personel manusia, sedangkan Switchblade 600 yang lebih besar ditujukan untuk menghancurkan tank dan kendaraan sejenisnya.

Drone KUB-BLA

Drone bunuh diri RusiaDrone bunuh diri Rusia. Foto: Telegram

Rusia juga punya drone bunuh diri yang kabarnya sudah dikerahkan ke Ukraina, bernama KUB BLA. Drone yang diperkenalkan pertama kali di tahun 2019 ini bentang sayapnya 1,2 meter dan diterbangkan dengan launcher portabel. Ia dapat terbang sampai 30 menit dengan top speed 130 km per jam.

Drone buatan perusahaan Rusia bernama ZALA Aero ini punya kecerdasan buatan untuk menentukan sasaran dan menghancurkannya. Ia akan menubrukkan diri ke target dan meledakkan bom seberat 3 kilogram.

DJI

Tak hanya drone tempur, Rusia dan Ukraina sama-sama mengerahkan drone DJI dan teknologinya dalam peperangan. Jika Ukraina memanfaatkan drone DJI untuk mengintai militer Rusia, Rusia terutama menggunakan teknologi pelacak drone DJI yang disebut sebagai AeroScope.

DJI sendiri adalah produsen drone komersial asal China yang sangat terkenal karena keandalannya. Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov menyebut bahwa DJI harus memblokir teknologinya yang dipakai Rusia.



Simak Video "Rusia Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir untuk Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)