Mark Zuckerberg Ungkap Proyek AI Ambisius untuk Metaverse

Mark Zuckerberg Ungkap Proyek AI Ambisius untuk Metaverse

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 25 Feb 2022 14:00 WIB
Mark Zuckerberg resmi mengumumkan perubahan nama Facebook menjadi Meta.  (AP Photo/Eric Risberg)
Mark Zuckerberg Ungkap Proyek AI Ambisius untuk Metaverse Foto: AP/Eric Risberg
Jakarta -

Mark Zuckerberg memamerkan beberapa proyek kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ambisius. CEO Meta itu mengatakan proyek AI ini akan menjadi kunci yang penting bagi masa depan metaverse yang ditawarkan perusahaannya.

Dalam demonstrasi yang disiarkan lewat livestream, Zuckerberg menunjukkan proyek Builder Bot yang bisa membangun dunia virtual dengan perintah suara. Ia juga mengumumkan rencana untuk mengembangkan sistem penerjemah bahasa universal.

Builder Bot merupakan bagian dari proyek CAIRoke buatan Meta yang bertujuan untuk menciptakan jenis AI percakapan yang dibutuhkan untuk menciptakan dunia virtual. Zuckerberg mengatakan AI akan menjadi bagian penting bagi masa depan metaverse untuk membantu pengguna menjelajahi dunia virtual.

Zuckerberg dan seorang karyawan Meta mencontohkan bagaimana menggunakan perintah suara untuk menciptakan latar belakang pantai dengan meja piknik, awan, dan hidrofoil. Mereka juga memasukkan efek suara ala pantai seperti suara burung camar dan suara ombak.

Tapi saat ini teknologi tersebut sepertinya masih di tahap awal. Lingkungan yang diciptakan Zuckerberg terlihat lebih flat dan kurang berdefinisi tinggi jika dibandingkan dengan demonstrasi metaverse sebelumnya.

"Ketika kami memajukan teknologi ini lebih jauh, kalian akan dapat menciptakan dunia bernuansa untuk dijelajahi dan berbagi pengalaman dengan orang lain hanya dengan suara kalian," kata Zuckerberg, seperti dikutip dari Engadget, Jumat (25/2/2022).

Selain Builder Bot, Zuckerberg juga mengumumkan bahwa divisi riset Meta sedang mengembangkan sistem penerjemah universal yang bisa digunakan oleh semua orang di seluruh dunia.

Zuckerberg menekankan sistem penerjemah seperti ini penting karena nantinya orang-orang yang menjelajahi metaverse akan bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda.

Meta mengatakan mereka akan mengembangkan dua teknik machine learning di dua area khusus. Fokus pertama, yang disebut No Language Left Behind, akan fokus pada membangun model AI yang bisa belajar menerjemahkan bahasa dengan menggunakan contoh latihan yang lebih sedikit.

Kedua, Universal Speech Translator, yang akan membangun sistem yang bisa menerjemahkan ucapan secara real-time dari satu bahasa ke bahasa lainnya tanpa perlu mengubahnya ke komponen tertulis.

"Kemampuan untuk berkomunikasi dengan siapa saja dalam bahasa apa saja -- itu merupakan kekuatan super yang sudah diimpikan orang-orang sejak lama, dan AI akan membawa kemampuan itu dalam hidup kita," kata Zuckerberg.



Simak Video "Meta Akan Ambil Komisi Hampir 50% di Metaverse"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)