Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Strategi Samsung Hadapi Peningkatan Harga Komponen Galaxy S26 Series

Strategi Samsung Hadapi Peningkatan Harga Komponen Galaxy S26 Series


Anggoro Suryo - detikInet

Samsung Galaxy S26 Series
Samsung Galaxy S26 Series (Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati)
Jakarta -

TM Roh, CEO sekaligus President Samsung Electronics mengungkap strategi mereka untuk menghadapi peningkatan harga untuk ponselnya, termasuk Galaxy S26 series, yang sudah tak dapat diredam lagi.

Peningkatan harga Galaxy S26 series dibanding pendahulunya terbilang signifikan, mulai dari Rp 1,5 juta untuk varian terendah dan Rp 3 juta untuk varian termahal yaitu Galaxy S26 Ultra 1TB.

Peningkatan harga ini menurut TM Roh tak bisa diredam lagi karena adanya tekanan besar yang membuat harga jual perangkat meroket secara global. Akhirnya Samsung mengambil langkah lain untuk meredam peningkatan harga tersebut, bukan dengan menurunkan harganya, melainkan dengan "meringankan" beban konsumen lewat penurunan biaya kepemilikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia membeberkan ada dua langkah yang dilakukan Samsung untuk menekan total cost of ownership (TCO) ini, pertama adalah memberikan pembaruan sistem operasi yang panjang, serta menambah fitur Galaxy AI.

ADVERTISEMENT

"Dan kami akan menawarkan upgrade OS selama 7 tahun, serta security update. Dan itu akan memungkinkan pengguna-pengguna untuk terus menggunakan perangkat tersebut selama lebih lama, yang juga akan membantu mengurangi biaya total penggunaan agar TCO kami tetap kompetitif," jelas TM Roh, dalam sesi wawancara di San Francisco, Amerika Serikat, setelah Galaxy Unpacked 2026.

Pemberian update OS yang lebih lama ini -- semestinya -- memang membuat masa pakai ponsel menjadi lebih panjang, setidaknya dari sisi software. Dengan catatan, kondisi hardwarenya pun masih memadai selama rentang waktu 7 tahun itu.

Ia pun menjanjikan Samsung akan terus menambah fitur dan kemampuan Galaxy AI untuk terus memperkaya pengalaman pengguna. Menurutnya, fitur AI ini pun nantinya akan diperluas ke Galaxy A series.

Kemudian Samsung juga menawarkan program pembiayaan Samsung Finance+ di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Menurut Carl Nodenberg, VP Mobile eXperience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, inovasi Samsung tak cuma berpaku pada kecanggihan hardware dan software, melainkan juga pada aspek untuk mempermudah akses mendapatkan perangkatnya.

Ia mengklaim, selama tiga tahun terakhir, Finance+ ini sudah memberikan pembiayaan untuk 3 juta perangkat, dengan tingkat penerimaan 75%.

"Kami sudah memberikan pembiayaan untuk 3 juta perangkat selama 3 tahun, dengan tingkat penerimaan 75% atau dua kali lebih tinggi dari standar industri," jelas Carl dalam sesi wawancara yang sama dengan TM Roh tersebut.




(asj/fay)






Hide Ads