Elon Musk Geram dengan Twitter Gegara Fitur Foto Profil NFT

Elon Musk Geram dengan Twitter Gegara Fitur Foto Profil NFT

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 25 Jan 2022 06:45 WIB
Elon Musk Zoom Bersama Anak
Elon Musk Geram dengan Twitter Gegara Fitur Foto Profil NFT Foto: YouTube
Jakarta -

Twitter baru saja mengumumkan fitur baru untuk pelanggan Twitter Blue yang memungkinkan mereka memasang NFT sebagai foto profil. Tapi ada satu sosok yang tidak senang dengan fitur tersebut yakni Elon Musk.

Fitur baru ini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan dompet kripto dengan akun Twitter mereka dan memasang NFT yang ada di koleksinya sebagai foto profil. Dengan ini, pengguna bisa memperlihatkan kalau NFT yang ada di profil mereka sudah ada bukti kepemilikannya.

Dalam cuitannya di Twitter, Musk menyebut fitur baru itu menyebalkan. CEO SpaceX dan Tesla itu juga menganggap Twitter hanya membuang-buang sumber dayanya untuk mengembangkan fitur ini.

"Twitter menghabiskan sumber daya teknisi untuk omong kosong ini sementara penipu kripto mengadakan pesta spambot di setiap utasan," kata Musk, seperti dikutip dari Business Insider..

Kritik Musk itu merujuk pada banyaknya akun spam dan penipu yang mencatut nama dan fotonya untuk menjalankan penipuan kripto. Saking parahnya, Twitter pernah melarang pengguna mengganti nama mereka menjadi 'Elon Musk' pada tahun 2018.

Beberapa saat sebelum Musk menjadi presenter 'Saturday Night Live' pada Mei 2021, followers-nya juga menjadi target akun spam yang melancarkan kampanye penipuan kripto.

Padahal Musk sendiri merupakan salah satu pendukung kripto dan teknologi blockchain. Pada Maret 2021, pria berusia 50 tahun ini mengumumkan Tesla akan menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran, sebelum akhirnya dibatalkan pada Mei 2021 karena alasan lingkungan.

Musk juga sering mempromosikan token meme seperti Dogecoin di Twitter. Belum lama ini, Tesla mengumumkan akan menerima dogecoin sebagai bentuk pembayaran untuk beberapa merchandise-nya.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)