Apple Minta Karyawan Kasih Bukti Vaksin Booster COVID-19

Apple Minta Karyawan Kasih Bukti Vaksin Booster COVID-19

Josina - detikInet
Minggu, 16 Jan 2022 19:30 WIB
Customers walk into an Apple Store after Apples new iPhone XS and XS Max went on sale in Beijing, China September 21, 2018. REUTERS/Jason Lee
Foto: Jason Lee/Reuters
Jakarta -

Apple dilaporkan akan meminta pada seluruh karyawannya baik di ritel ataupun korporat untuk memberikan bukti vaksinasi booster COVID-19.

Menurut laporan dari The Verge, dalam sebuah email internal Apple mulai 24 Januari 2021 karyawan yang tidak divaksinasi atau belum menyerahkan bukti vaksinasi booster COVID-19 maka harus melakukan tes swab COVID-19 jika hasil negatif mereka dapat masuk kembali kantor.

Tak dijelaskan lebih rinci apakah peraturan tes swab COVID hanya berlaku untuk karyawan korporat atau ritel. Apple belum memberikan tanggapan terkait ini.

"Karena menurunnya kinerja dari seri utama vaksin COVID-19 dan munculnya variasi baru yang sangat menular seperti Omicron, vaksin booster kini menjadi bagian dari mengikuti perkembangan vaksinasi COVID-19 untuk melindungi diri Anda dari penyakit yang parah," tulis pernyataan email internal Apple.

Banyak perusahaan di AS telah memperkuat aturan COVID-19, di mana mereka mewajibkan karyawan untuk vaksinasi booster dan menunda rencana kembali ke kantor karena varian Omicron yang terus meningkat di banyak negara.

Seperti Meta induk Facebook meminta karyawannya untuk vaksin booster COVID-19 sebelum kembali ke kantor, karena hal ini Meta pun menunda pembukaan kembali kantor hingga tanggal 28 Maret di mana rencana sebelumnya akan dibuka kembali pada 31 Januari 2021.

Lalu Google Alphabet untuk sementara meminta karyawan melakukan tes COVID-19 mingguan untuk orang-orang yang memasuki kantornya di AS.

Sementara Amazon menawarkan uang tunai kepada pekerja gudang di AS sebesar USD 40 untuk melakukan vaksinasi booster COVID-19.



Simak Video "Apple Bakal Produksi 220 Juta Unit iPhone di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)