Bukti Nyata Manusia Sangat Kecanduan Smartphone

Bukti Nyata Manusia Sangat Kecanduan Smartphone

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 14 Jan 2022 10:15 WIB
social media, closeup of hands holding smartphone in cafe, banking online, businessman with mobile internet
Ilustrasi smartphone. Foto: Getty Images/iStockphoto/anyaberkut
Jakarta -

Banyak orang mengalami ketergantungan pada smartphone. Dalam penelitian terbaru yang digelar perusahaan monitoring aplikasi, App Annie, orang rata-rata menghabiskan waktu 4,8 jam tiap hari mengakses ponsel. Pengguna di Indonesia malah lebih tinggi lagi.

Terutama yang mereka lakukan di smartphone adalah mengakses aplikasi-aplikasi favorit. Pada tahun 2021, App Annie mencatat telah terjadi 230 miliar kali download aplikasi dan pengguna menghabiskan uang total USD 170 miliar untuk berbagai macam layanannya.

Adapun aplikasi yang paling banyak di-download adalah TikTok. Temuan lain adalah, perangkat layar besar semakin menurun popularitasnya dibandingkan ponsel.

"Layar besar perlahan-lahan sekarat di saat perangkat mobile terus memecahkan rekor di setiap kategori, baik waktu, download dan penghasilan," kata Chief Executive App Annie, Theodore Krantz.

Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi adalah 4 jam 48 menit, yang berarti ada kenaikan 30% dibandingkan data dari tahun 2019.

Penelitian ini menyasar para pengguna smartphone di berbagai negara termasuk India, Turki, Amerika Serikat, Jepang, Meksiko, Singapura dan Kanada.

Bahkan ada catatan khusus untuk pengguna di Brasil, Korea Selatan, dan juga Indonesia. Di sini, pengguna menghabiskan waktu akses aplikasi melebihi 5 jam sehari sehingga melebihi rata-rata.

Apa saja yang dilakukan di smartphone selama kurun waktu tersebut? Selama 7 menit dari 10 menit rupanya dihabiskan untuk media sosial, foto dan aplikasi video. Terutama hal itu dilakukan di TikTok.

Di sisi lain, ekosistem mobile di smartphone pada saat ini masih dalam kondisi amat sehat, di mana 2 juta aplikasi dan game baru diluncurkan pada tahun 2021. Sedangkan jumlah aplikasi yang menghasilkan lebih dari USD 100 juta naik sampai 20%.



Simak Video "52 Ponsel Ini Tidak Bisa Gunakan WhatsApp Dengan Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)