Ghozali Disebut Jadi Miliarder Berkat NFT, Ini Kata Chef Arnold

Ghozali Disebut Jadi Miliarder Berkat NFT, Ini Kata Chef Arnold

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 14 Jan 2022 07:50 WIB
Ghozali Everyday
Ghozali. Foto: Angling Adhitya Purbaya
Jakarta -

Dunia maya dihebohkan dengan kiprah Ghozali yang foto selfie-nya laris manis dijual sebagai NFT. Tapi rupanya ada banyak yang salah paham dengan pencapaian pemilik akun Twitter @Ghozali_Ghozalu ini.

Chef Arnold Poernomo, yang merupakan penggiat dan pengoleksi NFT, khawatir melihat banyak media yang mengatakan kalau Ghozali meraup miliaran rupiah dari koleksi foto selfie-nya. Padahal kenyataannya tidak sampai sebesar itu.

"Di media itu banyak sekali misinformation Ghozali bikin Rp 13 miliar itu tidak betul, it's not like that, itu adalah volume trading," kata Chef Arnold saat dihubungi detikINET via telepon, Kamis (13/1/2022).

"Itu tuh gimana buyer dan trader yang juga beli yang set harganya. Sampai harganya jadi 30 juta itu kita buyer yang awal-awal beli terus jual. Kalau kita beli 50 dolar kan nggak mungkin kita jual 30 dolar," sambungnya.

Saat ini, koleksi Ghozali Everyday yang dijual lewat OpenSea memiliki volume trading 297 ETH dengan harga mulai dari 0,28 ETH. Jika dikonversi, volume trading koleksi itu mencapai Rp 14,2 miliar.

Chef Arnold menambahkan volume trading tersebut tidak semuanya masuk ke kantong Ghozali. Seniman NFT yang menjual karyanya lewat OpenSea biasanya mendapatkan keuntungan dari karyanya yang dijual lagi lewat komisi dan royalti.

Pria yang merupakan juri Master Chef Indonesia itu mengatakan seniman NFT biasanya sudah menetapkan persentase royaltinya sendiri. Untuk kasus Ghozali, royalti yang ia pasang adalah 10%.

Menurut Chef Arnold NFT merupakan contoh dari Web3, sebuah konsep masa depan di mana internet akan berbasis pada blockchain dan desentralisasi. Berbeda dengan Web 2.0 di mana data dan konten dipusatkan di perusahaan teknologi besar.

"For the company from the community itu konsepnya Web2 dan kita the user kita yang monetize-kan diri kita untuk company, it's all normal. Nah di Web3, ini it's the community yang build project, it's the community that build the brand," jelas Chef Arnold.

"Kita jadi part of the marketing dan part of the branding. Kita percaya dengan founders-nya," pungkasnya.



Simak Video "Bertemu Ghozali, Pemuda Semarang yang Cuan Miliaran Rupiah dari NFT"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)