Apa Itu Opensea NFT yang Buat Ghozali Everyday Tajir Mendadak

Apa Itu Opensea NFT yang Buat Ghozali Everyday Tajir Mendadak

Josina - detikInet
Kamis, 13 Jan 2022 15:16 WIB
Ilustrasi Kripto
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Non-Fungible Token atau NFT kini semakin populer dan peminatnya pun semakin banyak dan terus bertambah. Bahkan dari transaksi digital ini ada yang mendapatkan cuan hingga nilai fantastis.

Transaksi beli dan jual saat ini paling banyak terjadi di Opensea yang merupakan marketplace NFT terbesar di dunia saat ini.

Seperti yang saat ini sedang viral yakni sosok Ghozali Everyday. Ghozali menjual foto dirinya di OpenSea. Item yang dijajakan merupakan koleksi foto selfienya yang diambil tiap hari sejak usia 18 hingga 22 tahun, dalam rentang tahun 2017 hingga 2021.

Tak disangka jika koleksi foto selfienya yang ia jual di Opensea banyak diminati pembeli. Koleksi NFT Ghozali Everyday termurah dijual seharga 0,28 ETH atau kisaran Rp 13,5 juta. Dengan total 933 koleksi, maka valuasi NFT milik Ghozali bernilai hampir Rp 12,6 miliar.

Apa itu Opensea?

OpenSea sendiri merupakan pasar jual beli NFT dengan perputaran uang terbesar. Platform ini menjadi salah satu pilihan bagi pembeli, penjual, maupun kreator NFT untuk bertransaksi.

Mengutip dari situs resminya OpenSea adalah peer-to-peer marketplace untuk NFT. OpenSea juga mengklaim platform-nya merupakan yang pertama dan terbesar di dunia sebagai marketplace NFT.

Tercatat, sudah ada lebih dari 300 ribu pengguna dengan lebih dari 34 juta NFT yang ada di marketplace OpenSea. Bahkan, volume transaksi di OpenSea mencapai lebih dari USD 4 miliar.

Mata uang digital yang dipakai Opensea

Diketahui transaksi jual beli NFT di OpenSea kebanyakan menggunakan Ethereum (ETH). Meski demikian, OpenSea menyebutkan mata uang inti di platform mereka antara lain Ethereum (ETH)/WETH, USDC, dan DAI.

Bahkan, mereka punya lebih dari 150 token pembayaran lain yang tersedia seperti $UNI dan $WHALE. Namun, masih suatu hal yang mustahil bagi OpenSea untuk menggunakan mata uang non-crypto seperti USD dan Euro.

Pada dasarnya, Ether atau ETH adalah cryptocurrency asli dari blockchain Ethereum. ETH digunakan untuk membayar biaya transaksi (gas fees) di blockchain Ethereum.

Dalam hal ini, OpenSea menyatakan bahwa pihaknya tidak punya andil dalam menetapkan gas fee tersebut. Sebab gas fees ditentukan oleh pasokan/permintaan dan berfluktuasi sesuai dengan penggunaan jaringan. Oh iya, ETH dan WETH bernilai sama persis.

Keduanya pun bisa ditukar langsung di profil OpenSea yang kamu miliki nih. Adapun, kamu juga bisa menambahkan ETH dengan menuju ke ikon dompet dan menekan "Add Funds."

Keuntungan Opensea

Sebagai marketplace NFT, OpenSea bergantung pada biaya yang dikumpulkan dari transaksi yang berhasil untuk menghasilkan uang. Setiap kreator yang menjual karyanya di OpenSea, bakal dikenakan biaya penjual sebesar 2,5%.

Di laman resminya, OpenSea menyebutkan bahwa 2,5 persen dari setiap penjualan akan masuk ke OpenSea tersebut merupakan kompensasi untuk layanan yang diberikan kepada para kreator.

Itu artinya, jika pengguna berhasil menjual karya NFT senilai 100 ETH, maka pengguna hanya akan menyimpan 97,5 ETH. Sedangkan, OpenSea akan mendapatkan 2,5 ETH dari penjualan tersebut.

Sementara itu untuk pembeli karya NFT, OpenSea tidak memberlakukan biaya tambahan atau komisi apapun. Sekedar catatan, NFT adalah sertifikat kepemilikan digital yang tidak dapat digandakan.

Jadi, jika kamu beli karya NFT seseorang, kamu hanya memiliki hak kepemilikan digitalnya, bukan karya seutuhnya.



Simak Video "Heboh Akun KPK Jualan Foto Koruptor di Marketplace NFT"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)