Tentara Swiss Dilarang Pakai WhatsApp dan Telegram, Ini Sebabnya

Tentara Swiss Dilarang Pakai WhatsApp dan Telegram, Ini Sebabnya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 10 Jan 2022 22:12 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Tentara Swiss Dilarang Pakai WhatsApp dan Telegram, Apa Alasannya? Foto: dok. Rawpixel
Jakarta -

Militer Swiss melarang tentaranya menggunakan aplikasi messaging WhatsApp, Telegram, dan Signal. Sebagai gantinya mereka disuruh menggunakan aplikasi messaging lokal bernama Threema.

Pengumuman ini disebarkan lewat surat untuk petinggi militer Swiss pada akhir Desember 2021. Surat aslinya mengatakan layanan messaging lainnya tidak akan diperbolehkan, seperti dikutip dari Associated Press, Senin (10/1/2022).

Tapi juru bicara militer Swiss Delphine Schwab-Allemand mengatakan bahwa penggunaan Threema hanya merupakan rekomendasi. Ia menambahkan militer tidak bisa dan tidak ingin memerintahkan tentara untuk menggunakan aplikasi tertentu di perangkat pribadi mereka.

Aturan ini berlaku untuk semua anggota, termasuk wajib militer yang sedang menjalankan dinas militer dan mereka yang kembali untuk mengikuti pelatihan.

Dipilihnya aplikasi messaging lokal Swiss untuk menggantikan WhatsApp dkk dikarenakan masalah privasi terkait kemampuan otoritas Amerika Serikat untuk mengakses data.

Meski ketiga aplikasi yang dilarang sudah menggunakan enkripsi end-to-end sehingga pesan tidak bisa diintip oleh orang lain, aplikasi-aplikasi tersebut masih bisa mengumpulkan metadata yang mengungkap siapa yang mengirim pesan dan kapan.

Pada tahun 2018, pemerintah AS mengeluarkan regulasi US CLOUD Act. Dengan aturan hukum ini, otoritas AS bisa meminta perusahaan untuk memberikan informasi pengguna jika diminta, terlepas dari lokasi servernya.

Sebagai perusahaan Swiss yang tidak memiliki server di AS, Threema tidak harus menuruti permintaan tersebut jika menerima surat penggeledahan.

Militer Swiss mengatakan Threema mengikuti regulasi di Eropa terkait perlindungan data. Tidak seperti layanan messaging lainnya, Threema tidak mengharuskan pengguna untuk memberikan nomor telepon atau alamat email saat membuat akun baru.

Threema, yang mengklaim sudah memiliki 10 juta pengguna, merupakan aplikasi berbayar. Militer Swiss mengatakan mereka akan menanggung biaya mengunduh aplikasi Threema sebesar 4 franc Swiss atau sekitar Rp 62.000.



Simak Video "Telegram Sambut 70 Juta Pengguna Baru Usai WhatsApp Down"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)