Gebrakan SMK di Kudus Bikin Animasi yang Go Internasional

Gebrakan Sekolah Animasi

Gebrakan SMK di Kudus Bikin Animasi yang Go Internasional

Dian Utoro Aji - detikInet
Sabtu, 18 Des 2021 06:29 WIB
SMK Raden Umar Said Kudus Sekolah Animasi
SMK RUS Kudus yang banyak menciptakan film animasi kelas dunia (Foto : Dian Utoro Aji/detikcom).
Kudus -

Talenta digital Indonesia terus bermunculan di daerah. Kini ada lagi para siswa SMK di Kudus yang jago bikin animasi yang go internasional.

Inilah kisah SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah yang menorehkan prestasi di kancah Internasional dengan film animasi ciptaannya. Hal tersebut pun tidak terlepas dari gebrakan yang dilakukan SMK RUS. Lalu gebrakan apa yang dilakukan SMK asal Kota Kretek itu?

"Yang membedakan kita jalannya seperti ini, bisa langsung lulus, bikin film seperti itu karena memang kita melibatkan orang-orang industri untuk di dalam sekolah kita. Dengan namanya Teaching Factory," kata Kepala Prodi Animasi SMK RUS, Kudus, Rico Andriansyah kepada detikINET ditemui di SMK RUS Kudus, awal pekan ini.

Seperti diketahui salah satu film animasi karya mereka pernah menjadi perhatian internasional. Yakni Unstring Your Heart mampu meraih prestasi di kancah internasional. Beberapa penghargaan didapatkan seperti nominasi The 20th Kansas International Film Festival 2020, Canberra Short Film Festival 2019, Pune Short Film Festival 2019, hingga menjadi pemenang di ajang HelloFest tahun 2019.

[Gambas:Youtube]

Terbaru video musik animasi karya siswa SMK RUS berjudul Sabda Alam pun viral. Dalam waktu sebulan sudah ada tiga juta viewer. Film animasi Sabda Alam juga tampil dalam Balinale International Film Festival 2021. Hal tersebut menjadi kebanggaan bagi para siswa dan guru.

[Gambas:Youtube]

Rico mengatakan prestasi tersebut tidak lepas dari jurusan animasi di SMK RUS yang sudah ada sejak tahun 2015 silam. Dari situ SMK RUS kemudian melaksanakan pembelajaran kejuruan tentang animasi.

"Kalau jurusan animasi itu sendiri itu mulai tahun 2015 kelas pertama, 2014 itu menyusun kurikulum, merancang, mau buka jurusan apa, mau bikin seperti apa. Ceritanya dari itu," ungkap Rico.

Tidak hanya, lanjut dia pihak sekolah juga bekerja sama dengan industri animasi. Kerja sama ini diberi nama teaching factory. Menurutnya teaching factory merupakan perpaduan pengelolaan antara perusahaan industri dengan guru di sekolah.

"Teaching Factory, itu semacam perusahaan di dalam sekolah, yang mengelola dari perusahaan industri dan dari sekolah. Orang-orang yang berpengalaman dari industri dan guru-guru di sekolah. Karena orang industri menetap di sini, kita gaji dari pendapatan Teaching Factory, kita sebagai mentor tetap di sini," ucap Rico.

"Nah dari mentor itu yang menjadi quality control, sehingga anak-anak mengajarkan suatu karya, yang memberikan penilaian bahwa ini layak apa tidak saat dipublish ya dari orang-orang industri bersama guru-guru itu tadi," sambung dia.

Rico menambahkan dengan adanya kerja sama dengan perusahaan tersebut diharapkan dapat membangun keahlian para siswa. Selain itu juga hasil karya siswa sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat.

"Sehingga kerjasama guru dan mentor bisa membangun skill anak dan hasil karyanya sesuai dengan publikasikan karya-karya lainnya," pungkas Rico.

(mbr/fay)