Terungkap, Begini Cara Twitter Bantu Akun yang Kena Bully

Terungkap, Begini Cara Twitter Bantu Akun yang Kena Bully

ADVERTISEMENT

Terungkap, Begini Cara Twitter Bantu Akun yang Kena Bully

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 12 Des 2021 20:40 WIB
A 3D-printed logo for Twitter is seen in this picture illustration on January 26, 2016.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Twitter Punya Program Khusus untuk Bantu Akun yang Kena Bully Foto: Reuters
Jakarta -

Banyak pengguna Twitter yang berhati-hati saat berkomentar agar tidak diserang oleh netizen lain. Untungnya, Twitter memiliki sistem khusus untuk melindungi pengguna yang kena bully.

Menurut laporan Bloomberg, Twitter memiliki sistem bernama Project Guardian. Sistem ini merupakan daftar internal yang berisi ribuan akun yang berisiko diserang oleh pengguna lain, termasuk musisi, atlet profesional, jurnalis, dan pengguna lainnya, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (11/12/2021).

Jika Twitter menerima laporan tentang postingan yang melecehkan terkait akun di dalam daftar itu, tim moderasi konten Twitter akan membalas laporan itu lebih cepat dibandingkan laporan lainnya yang masuk.

Alasannya, agar Twitter bisa mencegah penyebaran konten berbahaya sekaligus menjaga agar pengguna merasa nyaman dan tidak berbicara soal bullying yang mereka hadapi.

Head of Site Integrity Twitter Yael Roth mengatakan pengguna dari berbagai latar belakang masuk ke dalam daftar Project Guardian, dan tidak semuanya tokoh ternama. Pengguna biasa yang viral karena drama atau kontroversi di Twitter juga termasuk, tapi hanya sementara.

Begitu pengguna itu tidak lagi jadi sasaran, mereka akan dikeluarkan dari Project Guardian, tapi ada juga yang masuk ke dalam daftar secara permanen.

Pengguna biasa bisa dimasukkan ke dalam sistem jika karyawan Twitter melihat kalau pengguna itu menerima pesan menghujat, meskipun mereka tidak mengetahuinya. Di sisi lain, pengguna yang lebih terkenal bisa meminta manajer mereka untuk menghubungi Twitter agar memberikan perlindungan ekstra.

Menurut Bloomberg, beberapa pengguna tenar yang pernah masuk dalam Project Guardian antara lain makeup artist James Charles, aktivis Mesir Wael Ghonim, dan mantan Komisioner FDA AS Scott Gottlieb. Twitter juga menggunakan sistem ini untuk melindungi jurnalis yang meliput topik kontroversial, seperti kerusuhan di Gedung Capitol AS atau 8chan.

Bloomberg juga menemukan bahwa Twitter memiliki beberapa faktor untuk memprioritaskan respons kepada laporan pengguna. Faktor yang dimaksud antara lain impression cuitan, berapa banyak follower yang dimiliki pengguna, dan apakah cuitan yang dilaporkan benar-benar berbahaya.

Project Guardian tidak hanya melindungi pengguna, tapi juga dianggap bisa memperbaiki citra Twitter. Tidak diketahui kapan program ini diciptakan, tapi Bloomberg mengatakan kemungkinan program ini sudah berjalan sekitar dua tahun atau lebih.



Simak Video "Gonjang-ganjing Twitter Usai Karyawan Resign Massal"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT