Suara Keadilan dari Netizen untuk #JusticeForNoviaWidya

Suara Keadilan dari Netizen untuk #JusticeForNoviaWidya

ADVERTISEMENT

Suara Keadilan dari Netizen untuk #JusticeForNoviaWidya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 05 Des 2021 16:19 WIB
galau IDI sebagai eksekutor vonis kebiri
Suara Keadilan dari Netizen untuk #JusticeForNoviaWidya. Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban
Jakarta -

Netizen terus menyerukan keadilan bagi korban pelaku kekerasan seksual NWR. Terpantau tanda pagar (tagar) dan topik yang berkaitan dengan korban jadi trending topic di linimasa media sosial Twitter.

NWR ditemukan tak bernyawa di makam ayahnya di Makam Islam Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto pada Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB.

Gadis berusia 23 tahun ini diduga nekat bunuh diri dengan menenggak racun karena persoalan asmara dengan anggota polisi Bripda RB.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan Bripda RB akan menjalani proses hukum karena mengaborsi kekasihnya. Selain itu, Bripda RB juga terancam kena sanksi etik berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dipecat dari Polri.

"Secara internal kami melaksanakan ketentuan Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian. Kami jerat dengan pasal 7 dan pasal 11, itu secara internal," kata Slamet saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Sabtu (4/12/2021).

Perlu diketahui pasal 7 mengatur etika kelembagaan anggota Polri, sedangkan pasal 11 tentang etika kepribadian anggota polisi.

"Untuk kode etik (sanksi) paling berat PTDH. Kami tidak pandang bulu, kami terapkan pasal-pasal ini terhadap siapa pun anggota yang melakukan pelanggaran," tegas Slamet.















Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.



Simak Video "Nadiem Sebut Kekerasan Seksual Masih Rawan Terjadi di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT