Jack Dorsey Mundur dari CEO Twitter

Jack Dorsey Mundur dari CEO Twitter

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 30 Nov 2021 05:45 WIB
Jakarta -

Jack Dorsey mengundurkan diri dari posisi CEO Twitter. Parag Agrawal yang saat ini sebagai Chef Technology Officer (CTO) akan mengambil alih kemudi media sosial berikon burung biru itu.

"Saya telah memutuskan untuk meninggalkan Twitter karena saya yakin perusahaan siap untuk move on dari para pendirinya. Kepercayaan saya pada Parag sebagai CEO Twitter sangat dalam. Karyanya selama 10 tahun terakhir telah transformasional. Saya sangat berterima kasih atas keterampilan, hati, dan jiwanya. Saatnya dia memimpin," kata Dorsey dalam sebuah pernyataan.

Dalam email kepada staf yang kemudian dia bagikan ke publik lewat kicauannya, Dorsey mengatakan kalau dia percaya bahwa Twitter dipimpin oleh pendiri bakal sangat membatasi dan dianggapnya satu titik kegagalan.

"Saya ingin Anda semua tahu bahwa ini adalah keputusan saya dan saya memilikinya," tulis Dorsey. "Itu adalah hal yang sulit bagi saya, tentu saja. Saya sangat menyukai layanan dan perusahaan ini... dan kalian semua. Aku benar-benar sedih ... tapi benar-benar bahagia. Tidak banyak perusahaan yang mencapai level ini. Dan tidak banyak pendiri yang memilih perusahaan mereka daripada ego mereka sendiri. Saya tahu kami akan membuktikan bahwa ini adalah langkah yang tepat."

Kendati mengundurkan diri sebagai CEO Twitter, Dorsey akan tetap menjadi anggota dewan hingga rapat pemegang saham berikutnya pada 2022.

Pria berusia 45 tahun itu mendirikan Twitter bersama Biz Stone, Evan Williams, dan Noah Glass pada 2006. Dia sempat menanggalkan perannya sebagai bos Twitter di 2008, dan mendirikan aplikasi pembayaran digital Square.

Dorsey kembali memimpin 2015 setelah Dick Costolo mengundurkan diri sebagai CEO Twitter. Para investor sempat mendesak Dorsey untuk mundur karena dia rangkap jabatan sebagai CEO Square.

Dan sepertinya pasar mendukung, terlihat ketika Dorsey mengumumkan pengunduran diri, saham Twitter langsung terkerek 11%. Tapi terlepas dari semua itu, selama lima tahun kepemimpinannya, Dorsey telah membantu meningkatkan jumlah pengguna Twitter.

Tak hanya itu, dia mengawasi penerapan berbagai fitur baru yang bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan, dan paling penting dia tegas dalam masalah penyalahgunaan dan kesalahan informasi.

Beralih ke CEO Twitte baru, Agrawal bergabung ke perusahaan pada 2011 sebagai engineer iklan. Pada perjalanannya dia ditugasi sebagai penanggung jawab atas strategi yang melibatkan kecerdasan buatan dan machine learning.

Sosoknya memimpin proyek untuk membuat Twitter di timeline pengguna lebih relevan bagi mereka. Karier Agrawal terus menanjak hingga pada 2017 dia dipercaya sebagai CTO Twiiter.

"Saya ingin berterima kasih kepada Dewan atas kepercayaan mereka pada kepemimpinan saya dan Jack atas bimbingan, dukungan, dan kemitraannya yang berkelanjutan," kata Agrawal dalam sebuah pernyataan, Senin.

"Saya berharap untuk membangun semua yang telah kami capai di bawah kepemimpinan Jack dan saya sangat bersemangat dengan peluang di depan. Dengan terus meningkatkan eksekusi kami, kami akan memberikan nilai luar biasa bagi pelanggan dan pemegang saham kami saat kami membentuk kembali masa depan percakapan publik."

(afr/afr)