Anak Mark Zuckerberg Latihan Coding Sejak Umur 3 Tahun

Anak Mark Zuckerberg Latihan Coding Sejak Umur 3 Tahun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 01 Nov 2021 07:15 WIB
Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook, tengah berbahagia. Ia bersama sang istri, Priscilla Chan, baru saja dikaruniai putri kedua.
Anak Mark Zuckerberg Latihan Coding Sejak Umur 3 Tahun Foto: Facebook Mark Zuckerberg
Jakarta -

Mark Zuckerberg rupanya ingin menularkan bakatnya ke kedua putrinya sedini mungkin. CEO Meta tersebut rupanya sudah mengajarkan coding ke anak-anaknya sejak usia tiga tahun.

Hal ini diungkap oleh istri Zuckerberg, Priscilla Chan dalam wawancara dengan The Times. Keduanya memiliki dua orang putri, Maxima (5) dan August (4).

Chan mengatakan ia dan Zuckerberg membagi tugas sebagai orang tua, dan suaminya bertugas untuk menidurkan anak-anak mereka.

"Kadang mereka membaca buku bersama-sama. Kadang mereka coding bersama," kata Chan, seperti dikutip dari The Independent, Senin (1/111/2021).

"Mark sudah melakukan itu bersama August sejak ia menginjak usia tiga tahun," sambungnya.

Chan, yang keturunan China dan bisa berbicara bahasa Mandarin dan Kanton, juga mengungkap salah satu kebiasaan Zuckerberg lainnya saat menidurkan anak-anaknya adalah membaca doa dalam bahasa Mandarin.

Ini bukan pertama kalinya Chan dan Zuckerberg buka-bukaan soal mengajarkan coding kepada anak-anaknya. Pada bulan Juni lalu, Zuckerberg mengunggah foto August yang sedang belajar coding menggunakan aplikasi Kano di MacBook.

Zuckerberg sendiri mulai belajar coding saat ia duduk di kelas 6 SD. Pendiri Facebook/Meta itu sebelumnya mengungkap ia belajar coding dengan bantuan buku 'C++ for Dummies'.

Dalam wawancara itu, Chan juga mengungkap bahwa kedua anaknya baru akan diizinkan menggunakan media sosial saat sudah berusia 13 tahun. Aplikasi media sosial seperti Instagram, Twitter dan TikTok memang hanya membolehkan pengguna berusia 13 tahun ke atas.

Di saat bersamaan, Instagram terus-terusan dikritik karena dianggap membawa pengaruh yang buruk terhadap kesehatan mental remaja perempuan. Terkait hal ini, Chan mengatakan hal yang penting adalah untuk membicarakannya dengan anak-anak.

"Media sosial adalah komunitas online tapi anak-anak terlibat di dalam banyak komunitas yang mereka -- kami -- tidak kontrol sepenuhnya, dan di sana ada banyak variabel yang bisa menjaga mereka tetap gembira, sehat dan aman," ucapnya.



Simak Video "Mark Zuckerberg Perluas Lahan Seluas 600 Hektar di Hawaii"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)