Cerita di Balik Pria Lepas 3.019 Bitcoin demi Voucher Game Online

Cerita di Balik Pria Lepas 3.019 Bitcoin demi Voucher Game Online

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 23 Okt 2021 13:16 WIB
bitcoin
Bitcoin. Foto: Feritekno
Jakarta -

Harga Bitcoin sedang gila-gilanya belakangan ini. Bahkan, harga satu koin Bitcoin sempat menyentuh Rp 900 juta. Jadi tak mengherankan kalau kisah pria yang melepas 3.019 BTC miliknya dengan voucher game Gemscool langsung viral.

Ialah Muhamad Usep (23) asal Gunung Putri, Bogor yang berprofesi sebagai Android developer. Kepada kami, ia mengatakan terpancing untuk bercerita ketika banyak juga orang yang dulunya memiliki Bitcoin dengan jumlah besar dan menyesal menjualnnya.

"Karena merasa cukup resah saking banyaknya orang yang yang membuat postingan tersebut, akhirnya saya mencari postingan lama, lalu saya publikasikan di salah satu grup Facebook yang membahas soal Cryptocurrency, dengan harapan agar mereka tidak terlalu kecewa dulunya pernah menjual atau melewatkan Bitcoin," ucap Usep.

"Namun, setelah saya posting di grup tersebut, diluar dugaan banyak mendapat respon baik yang pro maupun kontra, hingga akhirnya dipost ulang dibanyak akun sosial media," sambungnya.

Kembali kepada momen Usep membeli Bitcoin, yakni April 2010 di mana harga 1 BTC masih sekitar USD 0.003. Kurs USD ke Rupiah 2010 rata-rata 9.300. Jika bermain hitung-hitungan, ia berinvestasi sekitar Rp 84,230.1.

"Dengan nilai tukar Rp 84,000, tentu sudah merasa sangat cukup untuk ditukar dengan voucher game," katanya.

Viral di Twitter cuitan yang menunjukkan ss seorang pria yang menyesal karena melepas 3019 Bitcoin miliknya menjadi voucher Gemscool. Waduh, gagal jadi miliarder deh.Di Twitter, @starvingphobia terdapat sebuah screenshot dari unggahan di Facebook atas nama Muhammad Usep yang menuliskan 'Andai tidak aku tukar ke voucher Gemscool saat itu'.Viral di Twitter cuitan yang menunjukkan ss seorang pria yang menyesal karena melepas 3019 Bitcoin miliknya menjadi voucher Gemscool. Foto: Twitter/@starvingphobia

Menurut Usep, secara psikologis, ketika sudah terkumpul sekian BTC tentu ada kecenderungan untuk menjual, apalagi saat itu mendapatkan BTC bisa dibilang sangat mudah. Bahkan ada situs yang memberikan 10 BTC untuk orang yang mendaftar disitus tersebut atau juga dengan mengerjakan refferal dengan reward mendapatkan BTC.

"Apalagi pada awal tahun 2011, BTC mencapai harga $1, tentu mereka yang menyimpan banyak BTC akan menjualnya, karena berpikir, 'kapan lagi bisa jual BTC diharga segini' sangat mustahil untuk berpikir tetap menyimpan hingga 10 tahun kedepan, apalagi saat itu, sangat sedikit orang yang mengenal BTC, sehingga hanya menganggap alat transaksi tanpa fundamental," tuturnya.

Mengenai orang yang percaya atau tidak dengan ceritanya ia mengaku tidak akan mengajak orang percaya. Biarlah orang mau percaya atau tidak, kata Usep bukan masalah baginya. Namun ada pesan yang ia titipkan kepada netizen.

"Semoga dengan viralnya postingan tersebut akan mengedukasi orang lain untuk mengenal cryptocurrency, karena saat ini, kripto merupakan sarana investasi yang bisa memberikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, namun juga memiliki risiko yang cukup besar," tandasnya.



Simak Video "April dan Oktober Jadi Puncak Polisi Dianggap Buruk di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)