Masih Banyak yang Awam Internet di Pelosok RI, Ini Solusinya

Masih Banyak yang Awam Internet di Pelosok RI, Ini Solusinya

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 07 Okt 2021 15:44 WIB
Warga di Iseren, Teluk Wondama, Papua Barat
Warga di Iseren, Teluk Wondama baru kebagian BTS 4G (Foto: Aisyah Kamaliah/detikcom)
Manokwari -

Masih banyak warga yang belum tahu manfaat internet di pelosok Indonesia. Literasi digital adalah keharusan.

Setelah mengunjungi Desa Iseren di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, ternyata masih banyak penduduknya yang tidak memahami kegunaan internet. Beberapa mengaku kepada detikINET bahwa mereka hanya tahu pemakaian telepon atau sekadar YouTube.

Beberapa di antaranya, bahkan hanya memakai telepon di momen penting seperti penyampaian kabar duka.

Di acara 'Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Akses Telekomunikasi dan Peresmian BTS di Provinsi Papua Barat', Rabu (6/10/2021), Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperlukan untuk membuat Indonesia bebas gagap teknologi.

"Tugas kita pertama harus menyelesaikan pembangunan infrastrukturnya terlebih dahulu, termasuk di Papua Barat ada 824 BTS yang dibangun, yang secara bertahap on air. Hari ini 3 on air, sampai akhir tahun ini 540 lebih yang akan on air," jelas Menkominfo Johnny.

Setelah infrastrukturnya tersedia, BTS ini harus dijaga dengan baik. Dijaga bukan hanya oleh Kominfo sendirian, tapi dijaga bersama-sama dengan masyarakat.

"Karena itu menggunakan APBN, uang rakyat. Yang kedua, memanfaatkannya secara cerdas atau berguna," lanjutnya.

Pemanfaatan tersebut bisa berupa fasilitas pendukung kegiatan pendidikan secara jarak jauh atau untuk layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine). Apalagi untuk ekonomi digital. Dengan begitu, penting sekali memperkenalkan penggunaan dan pemanfaatan internet secara maksimal dari tingkat dasar, menengah, hingga mahir. Untuk itu, Menkominfo Johnny mengatakan bahwa kerja literasi harus dilakukan bersama-sama.

"Masyarakatnya sebagian mungkin sudah ada yang tahu, tapi sebagian lagi mungkin masih banyak yang belum tahu," ucapnya merujuk literasi digital.

Karenanya, Kominfo kerap berupaya melakukan Gerakan Literasi Digital untuk memahami seputar kecakapan digital, etika digital, keamanan digital dan kebudayaan digital. Kominfo berharap pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam mengikuti pelatihan dasar soal internet ini.

Salah satu harapannya, makin banyak orang yang paham bahwa internet juga bisa dimanfaatkan untuk membangun usaha mikro.

"Jadi jangan tahunya buat nonton film atau YouTube-an saja," katanya.

Pelatihan ini juga tidak hanya untuk pelatihan dasar. Ada juga untuk tingkat menengah (intermediate) seperti pemahaman soal cloud computing, Internet of Things, VR, AR dan lainnya karena ini sudah digunakan luas. Kominfo bekerjasama dengan 100 universitas dan politeknik untuk tahapan ini.

"Ketiga, Kominfo melakukan stimulus untuk pelatihan ditingkat lanjut, advance digital skills melalui Digital Leadership Academy. Itu bekerjasama dengan universitas ternama di dunia, ada National University of Singapore (NUS), Tsinghua University, University of Oxford, dan Harvard University," tandas Johnny.



Simak Video "Satelit Nano Indonesia Dijadwalkan Meluncur Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)