Pakar: Kita Terlalu Ketergantungan Facebook dan WhatsApp

Pakar: Kita Terlalu Ketergantungan Facebook dan WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 06 Okt 2021 07:03 WIB
Jakarta -

Tumbangnya Facebook dan anak perusahaannya, Instagram dan WhatsApp, bikin banyak orang kalang kabut. Hal ini menandakan betapa besar ketergantungan pada layanan tersebut, baik untuk urusan pribadi ataupun bisnis.

Karenanya, meskipun mengalami down begitu lama sampai sekitar 6 jam, orang-orang tetap tidak banyak yang pindah ke layanan lainnya atau meninggalkan produk Facebook. Maka, Facebook pun dinilai tidak terlalu terdampak oleh gangguan yang terhitung masif ini.

"Pada akhirnya, Facebook sebagai perusahaan dan platform akan tetap seperti itu. Itu karena mereka punya sekitar 3 miliar pengguna di seluruh dunia, jauh di atas platform media sosial lain. Mereka punya Instagram dan WhatsApp, keduanya punya pengguna yang masif," kata Dr Ramesh Srinivasan, profesor komunikasi di University of California, Los Angeles.

Ia pun menyoroti betapa besar kekuasaan Facebook di ranah media sosial. WhatsApp dan Instagram membuat mereka mampu menjangkau begitu banyak user. WhatsApp diandalkan miliaran orang untuk berkirim pesan sedangkan Instagram adalah media sosial pilihan anak muda.

Dia pun berharap Facebook mau lebih bertanggungjawab dalam praktik bisnisnya. "Facebook sebagai perusahaan harus memilih bertaggungjawab pada mastarakat luas yang secara konstan mereka awasi, manipulasi dan untuk menghasilkan uang," katanya.

Ia menyebut kehidupan manusia modern kecanduan media sosial. "Kita kecanduan secara digital karena hidup kita ditengahi oleh teknologi digital," paparnya.

Mengenai apakah perlu otoritas meregulasi Facebook atau memecahnya agar tidak terlalu berkuasa, dengan memisahkan WhatsApp dan Instagram, Dr Ramesh meragukan hal itu bisa dilakukan dalam waktu dekat. Namun mungkin mereka bisa diatur dengan cara lain yang lebih mudah untuk diimplementasikan.

(fyk/afr)