Video 'Aku Bukan Homo' Diblokir Kominfo, Produser Tanyakan Filtrasi YouTube

Video 'Aku Bukan Homo' Diblokir Kominfo, Produser Tanyakan Filtrasi YouTube

Tim - detikInet
Jumat, 17 Sep 2021 06:15 WIB
Kiev, Ukraine - June 5, 2014: Brand new Apple iPhone 5S with YouTube application service on the screen lying on a desk with headphones. YouTube is the worlds most popular online video-sharing website that founded in February 14, 2005
Foto: iStock
Jakarta -

Setelah viral dan diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kreator di balik video 'Aku Bukan Home' yang tayang di YouTube memberikan tanggapan.

Lewat video yang diterima detikINET, Putra, sang produser, menjelaskan lagu 'Aku Bukan Homo' berdasarkan kisah nyata dari seorang teman yang heteroseksual diganggu oleh seorang homoseksual, namun dia memilih untuk diam karena menghargai. Namun keagresifan bertambah membuat sang teman semakin tidak nyaman.

Kekesalan tersebut kemudian diceritakan ke teman-temannya. Berangkat dari curhatan tersebut akhirnya dijadikan inspirasi Sindu dalam pembuatan lagu 'Aku Bukan Homo'.

Soal banyaknya permintaan netizen untuk take down lagu 'Aku Bukan Homo' di YouTube, Putra seolah menyayangkan hal tersebut. Sebab banyak video yang lebih frontal dan jelas-jelas vulgar diberikan ruang untuk dikonsumsi publik di YouTube.

Terkait kemarahan warganet soal kemunculan video 'Aku Bukan Homo' di YouTube Kids, Putra dan tim mengaku kaget. Menurutnya ini di luar kendali mereka.

"Kok bisa? Ada apa dengan filtrasi YouTube? Apakah filtrasi YouTube tidak ketat? Apakah sebegitu mudahnya? Kalau begitu berarti dengan mudahnya konten-konten lainnya bisa masuk ke konten anak-anak. Jadi ini pembelajaran bagi kita semua," papar Putra.

"Kami juga bingung. Jujur kami bingung. Ini di luar kendali kami," imbuhnya.

Putra pun menegaskan video 'Aku Bukan Homo' telah mengikuti prosedur dari YouTube dan diperuntukan bagi dewasa di atas 18 tahun.

Ditambahkannya, Sindu itu adalah sosok seorang musisi dan penulis lagu yang cerdas. Sudut pandangnya unik dan memiliki Visi. Dengan diksi yang jenaka , Sindu mampu mengungkap rasa.

"Makanya saya mau dan memilih untuk memproduserinya," kata Putra.

Dalam kesempatan ini, Putra dan pihak manajemen menyampaik permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh video 'Aku Bukan Homo'. Mereka pun menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak.

"Terima kasih kepada ibu-ibu, orang tua dan musisi yang masih peduli dengan anak-anak, yang memberikan teguran santun kepada kami. Tetapi awasi anak-anak kita jangan berhenti di sini," ucap Putra.

Dia pun siap bilamana diminta bersilaturahmi ke Majlis Ulama Indonesia, KPAI, dan Kominfo, untuk diberikan ruang diskusi sehingga mendapatkan titik terang terkait masalah yang terjadi.

"Terima kasih atas perhatiannya, dan mohon maaf atas kesilapan," pungkas Putra.



Simak Video "Klarifikasi Manajemen 'Aku Bukan Homo' Usai Diblokir Kominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/rns)