Apple Tunda Fitur Perlindungan Anak yang Kontroversial

Apple Tunda Fitur Perlindungan Anak yang Kontroversial

Josina - detikInet
Selasa, 07 Sep 2021 19:44 WIB
Customers walk into an Apple Store after Apples new iPhone XS and XS Max went on sale in Beijing, China September 21, 2018. REUTERS/Jason Lee
Apple Tunda Fitur Perlindungan Anak yang Kontroversial (Foto: Jason Lee/Reuters)
Jakarta -

Pada bulan lalu Apple mengumumkan akan menghadirkan fitur perlindungan anak. Namun tak lama timbul kontroversi di mana banyak yang memprotes akan fitur tersebut.

Sebab salah satu fitur yang menjadi kontroversi adalah pemindai foto pengguna untuk Child Sexual Abuse Material (CSAM). Fitur ini dikritik karena dinilai bisa mengurangi privasi pengguna. Perubahan tersebut direncanakan untuk diluncurkan pada akhir tahun 2021 ini.

"Bulan lalu kami mengumumkan rencana untuk fitur yang dimaksudkan untuk membantu melindungi anak-anak dari predator yang menggunakan alat komunikasi untuk merekrut dan mengeksploitasi mereka, dan membatasi penyebaran CSAM," kata Apple dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari The Verge, Senin (7/9/2021).

"Berdasarkan feedback dari pelanggan, kelompok advokasi, peneliti, dan lainnya, kami telah memutuskan untuk mengambil waktu tambahan selama beberapa bulan mendatang untuk mengumpulkan masukan dan melakukan perbaikan sebelum merilis fitur keselamatan anak yang sangat penting ini," sambungnya.

Dalam rilis Apple tersebut merinci adanya tiga perubahan besar. Satu adalah pada Search dan Siri yang menunjuk sumber daya mencegah CSAM jika pengguna mencari informasi terkait.

Kedua, ada perubahan yang berada di bawah pengawasan lebih signifikan. Seseorang akan memperingatkan orang tua saat anak-anak mereka menerima atau mengirim foto eksplisit secara seksual serta memburamkan gambar tersebut untuk anak-anak.

Ketiga adalah memindai gambar yang disimpan di iCloud untuk CSAM dan melaporkannya ke moderator Apple. Kemudian dapat merujuk laporan ke National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC).

Apple memastikan jika sistem pemindaian foto di iCloud tidak akan melemahkan privasi para pengguna.

Singkatnya, sistem hanya akan memindai foto yang disimpan di iCloud perangkat iOS dan akan menilai foto itu bersama basis data hash gambar CSAS dan diketahui NCMEC serta organisasi keselamatan anak lain.

Namun, banyak pakar privasi dan keamanan yang sangat mengkritik Apple untuk sistem baru tersebut. Alasannya adalah jika sistem pengawasan di perangkat dan melanggar kepercayaan yang diberikan pengguna kepada Apple untuk melindungi privasi di perangkat.

Electronic Frontier Foundation dalam sesbuah pernyataan pada 5 Agustus mengatakan meski sitem ini ditujukan dengan baik, namun akan melanggar janji kunci enkripsi dan membuka pintu pada pelanggaran yang lebih luas.

"Apple mengkompromikan telepon yang Anda dan saya miliki serta operasinya. Tanpa ada di antara kita yang memiliki suara atas masalah ini," jelas Ben Thompson dari Stratechery.



Simak Video "Fitur Baru yang Ditawarkan iOS 15"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)