Coba Hari Ini, Matikan Kamera Saat Rapat Bisa Kurangi Lelah

Coba Hari Ini, Matikan Kamera Saat Rapat Bisa Kurangi Lelah

Josina - detikInet
Selasa, 07 Sep 2021 09:15 WIB
Women at home during pandemic isolation have conference  call
Foto: Getty Images/svetikd
Jakarta -

Sebuah studi baru mengungkapkan dengan mematikan kamera saat melakukan rapat online dapat mengurangi Zoom Fatigue yakni kelelahan karena terus melakukan rapat online dalam waktu lama.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Eller College of Management Universitas Arizona dengan mematikan kamera selama rapat online sebenarnya dapat membuat pengguna lebih produktif dan tidak mengalami kelelahan.

Penelitian ini dilakukan percobaan selama empat minggu dengan melibatkan 103 peserta dan lebih dari 1.400 pengamatan. Menyimpulkan bahwa adanya kamera dapat memiliki efek buruk pada pertemuan secara keseluruhan.

Menurut penulis penelitian, ini terkait dengan tekanan presentasi diri yang terkait dengan berada di depan kamera.

"Memiliki latar belakang profesional dan terlihat siap, atau menjauhkan anak-anak dari ruangan adalah beberapa dari beberapa tekanan," kata Allison Gabriel, McClelland Professor of Management and Organisation dan salah satu penulis studi tersebut sebagaimana dikutip detikINET dari The National News, Selasa (7/9/2021).

"Ketika orang-orang memiliki kamera atau diminta untuk tetap menyalakan kamera, mereka melaporkan lebih banyak kelelahan daripada rekan-rekan mereka yang tidak menggunakan kamera. Dan kelelahan itu berkorelasi dengan lebih sedikit suara dan lebih sedikit keterlibatan selama rapat," tambahnya.

Jadi, pada kenyataannya mereka yang memiliki kamera berpotensi berpartisipasi lebih sedikit daripada mereka yang tidak menggunakan kamera. Ini bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional bahwa kamera diperlukan untuk digunakan dalam pertemuan virtual.

Studi ini menemukan bahwa efeknya lebih kuat untuk wanita dan karyawan baru di mana hal ini mungkin karena masalah presentasi diri.

"Perempuan sering merasakan tekanan untuk menjadi sempurna tanpa usaha atau memiliki kemungkinan lebih besar untuk gangguan pengasuhan anak, dan karyawan baru merasa seperti mereka harus berada di depan kamera dan berpartisipasi untuk menunjukkan produktivitas," kata Gabriel.

Ia pun menyarankan daripada mengharapkan karyawan untuk tetap menyalakan kamera mereka selama rapat online, mereka harus diberi otonomi untuk memilih apakah akan tidak menggunakan kamera mereka dan karyawan tidak boleh membuat asumsi tentang gangguan atau produktivitas kamera mati.

"Pada akhirnya, kami ingin karyawan merasa mandiri dan didukung di tempat kerja untuk menjadi yang terbaik. Memiliki otonomi dalam menggunakan kamera adalah langkah lain ke arah itu," katanya.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Applied Psychology.



Simak Video "Studi Covid-19 Berlangsung di China, WHO Minta Hasil Transparan "
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)