Data Seluler Dunia Tembus 66 Juta Terabyte di Kuartal I 2021

Data Seluler Dunia Tembus 66 Juta Terabyte di Kuartal I 2021

Josina - detikInet
Jumat, 03 Sep 2021 21:40 WIB
Cropped image of happy girl using smartphone device while chilling at home
Data Seluler Dunia Tembus 66 Juta Terabyte di Kuartal I 2021 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Inside Creative House)
Jakarta -

Pada Juli 2021 sebanyak 67% populasi di dunia atau sekitar 5,3 miliar orang memiliki ponsel. Dibandingkan tahun lalu, ada 117 juta pengguna baru dalam sebuah data yang diungkap oleh Stock Apps.

Angka tersebut tentu tidak merata di seluruh dunia, di mana Eropa misalnya merupakan kawasan terdepan yang pada tahun lalu dengan 86% penduduknya memiliki ponsel.

Namun, pasar pada dasarnya jenuh karena perkiraan untuk 2025 adalah 87%, sehingga hampir tidak ada pertumbuhan yang diharapkan dalam beberapa tahun ke depan.

Lalu Amerika Utara sangat dekat hanya beberapa poin persentase di belakang Eropa. Gabungan China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan pada dasarnya berada pada level yang sama juga dengan 83% populasi memiliki ponsel.

Dilansir detiKINET dari GSM Arena, Jumat (3/9/2021) pasar dengan pangsa kepemilikan ponsel terkecil adalah Afrika sub-Sahara di mana kurang dari setengah penduduknya memiliki ponsel.

Perlu diingat jumlah 5,3 miliar hanyalah jumlah orang yang memiliki setidaknya satu telepon beberapa di antaranya memiliki perangkat tambahan yang terhubung ke jaringan seluler.

79% Dari semua koneksi seluler adalah ponsel cerdas --6,4 miliar di antaranya-- dan merupakan 73% dari total lalu lintas. Perangkat terhubung lainnya seperti tablet, laptop, dan router memiliki pangsa pasar kecil 3,8% yaitu 310 juta perangkat.

Pandemi menyebabkan lonjakan besar-besaran 68% dalam lalu lintas seluler dari tahun ke tahun, yang mencapai 66 exabyte pada Q1 tahun 2021 (yaitu 66 juta terabyte). Perangkat Android menyumbang 73% dari lalu lintas data seluler dan perangkat iOS sebesar 26,3%.

Rata-rata global untuk 1 GB data seluler adalah USD 4,07 atau sekitar Rp 58 ribu. Penduduk Yunani membayar paling banyak dua kali lipat rata-rata atau USD 8,16 atau sekitar Rp 116 ribu. Pengguna di UEA dan Selandia Baru tidak jauh lebih baik dengan masing-masing USD 7,62 sekitar Rp 109 ribu dan USD 6,99 sekitar Rp 100 ribu per gigabyte.

Israel sejauh ini memiliki data termurah dengan biaya 1 GB hanya USD 0,05 sekitar Rp 713. Diikuti oleh Italia (USD 0,27 sekitar Rp 3.800) dan Rusia (USD 0,29 sekitar 4.100). Pengguna di AS dan Inggris rata-rata membayar USD 3,33 sekitar Rp 47 ribu dan USD 1,42 sekitar Rp 20 ribu.



Simak Video "Kabar Gembira! Nokia Seri C,G dan X Bisa Gunakan Spotify"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)