Kominfo Janjikan Akses Internet Merata, Termasuk di Bengkulu

Kominfo Janjikan Akses Internet Merata, Termasuk di Bengkulu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 16 Agu 2021 20:49 WIB
Siswa-siswa di Kecamatan Kanal, Kabupaten Kaur, Bengkulu, kesulitan mengikuti belajar online, karena ketiadaan infrastruktur telekomunikasi di sana.
Ketiadaan akses internet, membuat pelajar di Kecamatan Kinal, Bengkulu kesulitan mengikuti belajar online. Foto: Tomi Defantri
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperluas jangkauan akses internet, termasuk di wilayah Kecamatan Kanal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Belum meratanya akses internet, membuat proses belajar online pelajar di Kecamatan Kinal, kesulitan. Kecamatan Kinal yang punya 14 desa susah sinyal.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, sebagai bagian dari agenda akselerasi transformasi digital Indonesia, Kominfo terus melakukan penggelaran Base Transceiver Station (BTS).

Saat ini, terdapat di 12.548 desa/kelurahan dari total 83.218 desa/kelurahan belum terjangkau akses internet, termasuk di wilayah Bengkulu.

"Dalam hal terjadi permasalahan ketersediaan dan kualitas sinyal di beberapa wilayah, secara simultan kami terus melakukan pemantauan terhadap kualitas dan ketersediaan jaringan telekomunikasi yang hasilnya dikomunikasikan dengan operator seluler untuk segera ditindaklanjuti," tutur Dedy kepada detikINET, Senin (16/8/2021).

Pekerjaan rumah memeratakan akses internet ini digeber Kominfo. Adapun, upaya merdeka sinyal internet di Indonesia, kata Dedy, lebih cepat 10 tahun.

Diharapkan akses internet sudah yang bolong di 12.548 desa/kelurahan tersebut dapat diatasi sampai tahun 2022 mendatang.

Diberitakan sebelumnya, siswa di Kecamatan Kanal harus menyusuri lembah dan menempuh perjalanan hingga tiga km untuk mendapatkan titik yang ada sinyal internet.

Hal itu dilakukan mereka setiap harinya untuk mengikuti proses pembelajaran jarak jauh alias belajar online. Sebab, infrastruktur telekomunikasi di wilayah Kecamatan Kanal, tidak tersedia.

"Itu tidak ada satu pun (desa) mendapatkan sinyal yang baik. Sedangkan di kecamatan itu ada SD, SMP, SMA, artinya kurang lebih ada 100 pelajar. Sedangkan, kebijakan pemerintah sekarang kegiatan belajar itu daring, kalau sebelumnya itu biasa karena proses belajarnya offline. Ketika pemerintah menerapkan online, nah baru berasa," ujar tokoh pemuda setempat Tomi Defantri.



Simak Video "Inisiatif Kominfo Bantu Masyarakat Dampingi Anak Belajar Secara Daring"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)