Media Australia 'Diblokir' YouTube Selama Satu Minggu Gegara COVID-19

Media Australia 'Diblokir' YouTube Selama Satu Minggu Gegara COVID-19

Josina - detikInet
Senin, 02 Agu 2021 08:48 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Akun YouTube salah satu media dari Australia yakni Sky News Australia telah ditangguhkan sementara oleh YouTube dan dilarang mengunggah konten. Itu lantaran adanya konten mereka yang melanggar kebijakan terkait informasi COVID-19.

YouTube telah melakukan peninjauan pada konten Sky News Australia di mana banyak video dengan konten-konten misinformasi yang menyangkal keberadaan virus COVID-19.

Selain itu konten Sky News Australia juga mengajak orang-orang menggunakan hydroxychloroquine atau ivermectin untuk mengobati virus COVID-19 tanpa memberikan konteks yang berimbang.

Dilansir detiKINET dari The Guardian, larangan ini mulai diberlakukan pada Kamis, (29/7) sehari setelah media Daily Telegraph mengakhiri kolom reguler Alan Jone di tengah kontroversi mengenai komentarnya terkait COVID-19.

Termasuk menyebut Kepala Petugas Kesehatan New South Wales, Kerry Chant, sebagai "idiot" di program milik Sky News Australia.

Channel YouTube milik Sky News Australia memiliki 1,85 juta pelanggan yang dioperasikan oleh Australian News Channel Pty Ltd dan merupakan anak perusahaan dari News Corp Australia telah menerima teguran dan untuk sementara ditangguhkan dari mengunggah video baru atau live streaming selama seminggu ke depan.

"Sky News Australia mengakui hak YouTube untuk menegakkan kebijakannya dan berharap untuk terus menayangkan berita populer dan konten analisisnya kepada pelanggannya segera," kata Sky News dalam sebuah pernyataan di situs webnya tentang penangguhan satu minggu seperti dikutip detiKINET dari Reuters.

Akibat penangguhan tersebut, hal ini akan berdampak pada pemasukan pendapatan Sky News. Sebelumnya Google dan News Corp telah menjalin kerja sama yang bersejarah setelah menandatangani kemitraan multi-tahun pada bulan Februari 2021 lalu di bawah kode tawar-menawar media.

YouTube sendiri belum mengungkapkan dari program Sky News mana video-video itu berasal akan tetapi YouTube mengatakan bahwa ada banyak video yang menyinggung yang kini telah dihapus. Mereka pun juga telah mengonfirmasi langkah mereka untuk menangguhkan akun Sky News Australia selama sepekan.

"Kami menerapkan kebijakan kami secara setara untuk semua orang dan sesuai dengan kebijakan ini dan sistem teguran lama kami, menghapus video dari dan mengeluarkan teguran ke saluran Sky News Australia," kata juru bicara YouTube.



Simak Video "Beda YouTube Shorts dengan TikTok dan 'Reels' Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)