Jokowi dan Netizen Maknai Hari Lahir Pancasila di Medsos

Jokowi dan Netizen Maknai Hari Lahir Pancasila di Medsos

Tim - detikInet
Selasa, 01 Jun 2021 08:30 WIB
Jakarta -

Tepat 1 Juni selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Presiden Jokowi dan warganet ramai-ramai memaknai Pancasila dalam kehidupan lewat media sosial.

Alhasil tagar #Pancasila menjadi trending topic sejak Selasa pagi (1/6/2021). Berikut rangkuman kicauan netizendalam memakani Hari Lahir Pancasila:










Sejarah Hari Lahir Pancasila

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Bagaimana sejarah lahirnya dasar negara itu. Berikut sejarah singkatnya.

Dikutip dari website BPIP, Hari Lahir Pancasila bermula dari sidang pertama BPUPKI atau dikenal Dokuritsu Junbi Cosakai. Sidang pertama BPUPKI itu dibuka pada 28 Mei 1945, namun mengenai dasar negara dibahas pada hari berikutnya.

Adanya sidang ini berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik, Jepang kemudian berusaha mendapatkan hati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

Lembaga itu dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Padang singa pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 para anggota membahas mengenai tema dasar negara.

Sidang pertama BPUPKI ini berjalan selama 5 hari. Pada rapat di tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin memberikan 2 usulan.

Lima usulan yang disampaikan Muhammad Yamin sebagai dasar negara yaitu, Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Pada 1 Juni 1945, Sukarno menyampaikan gagasan dasar negara yang dinamai Pancasila. Pada hari itu lahirlah istilah Pancasila.

"Sukarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai "Pancasila". Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas," tulis BPIP melalui laman resminya.

Saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama "Kebangsaan", sila kedua "Internasionalisme atau Perikemanusiaan", sila ketiga "Demokrasi", sila keempat "Keadilan sosial", dan sila kelima "Ketuhanan yang Maha Esa".

Guna menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka BPUPKI membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Ir. Sukarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Pada 22 Juni 1945, Pancasila dirumuskan dalam Piagam Jakarta (Jakarta Charter).

Satu hari setelah kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila dinyatakan sah sebagai dasar negara dalam sidang BPUPKI. Pancasila disetujui ada dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Secara resmi, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila pada 2016 lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikannya pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung.

Hari Lahir Pancasila juga diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setiap tanggal 1 Juni kemudian ditetapkan sebagai hari libur nasional.

(afr/afr)