Strategi Tokopedia Bantu Konsumen Penuhi Kebutuhan saat Pandemi

Strategi Tokopedia Bantu Konsumen Penuhi Kebutuhan saat Pandemi

Inkana Putri - detikInet
Sabtu, 15 Mei 2021 23:46 WIB
Logo Tokopedia
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Mewabahnya pandemi COVID-19 mengubah berbagai lini kehidupan di masyarakat. Bahkan, pandemi pun mengharuskan berbagai perusahaan beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi.

VP Engineering Tokopedia Manoj Awasthi pun mengungkapkan pandemi COVID-19 menjadi salah satu tantangan terbesar. Bahkan, pandemi ini mengharuskan masyarakat perlu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya teknologi komunikasi.

"Saya pikir COVID-19 adalah salah satu tantangan terbesar bagi manusia yang telah lama berlalu. Gangguan global semacam ini tidak terbayangkan dan tak ada satu orang pun yang memprediksinya," katanya dikutip detikINET melalui Topcast Tokopedia 'Pandemic and Acceleration Of Technology Progress in Indonesia, Sabtu (15/5/2021)

Meskipun demikian, Manoj mengatakan adanya pandemi tak terlalu menjadi tantangan besar bagi Tokopedia. Hal ini mengingat Tokopedia merupakan perusahaan teknologi yang telah melakukan pendekatan terhadap teknologi lebih dulu.

"Karena Tokopedia adalah perusahaan teknologi dan kami mengambil pendekatan yang mengutamakan teknologi, jadi kami tidak menghadapi tantangan besar dalam perubahan. Tetapi kami melakukan beberapa perubahan, misalnya kita lebih sering melakukan pertemuan online, lebih banyak melakukan penandatanganan kontrak online yang dulu dilakukan secara offline, banyak sesi online dengan customer dan merchant. Jadi kita dapat beradaptasi lebih cepat," ungkapnya.

"Di saat yang sama, kami mempersiapkan dengan sangat baik untuk situasi ini. Kami juga perusahaan pertama yang melakukan work from home demi kesejahteraan dan keselamatan para pekerja. Kami memastikan bahwa infrastruktur teknologi kami baik untuk memungkinkan semua orang bekerja dari jarak jauh," imbuhnya.

Di samping itu, Manoj menyebut Tokopedia juga melakukan beberapa inovasi guna memenuhi kebutuhan para customer dan merchant selama pandemi. Terlebih, selama pandemi banyak bisnis yang mengalami penurunan penjualan.

"Seperti yang kita ketahui, pandemi berdampak terhadap bisnis, termasuk bisnis kecil dan besar yang dulunya dilakukan secara offline. Kami harus mempunyai strategi untuk membantu jutaan pedagang berjualan melalui platform online," katanya.

Manoj mengatakan Tokopedia turut serta dalam mendistribusikan produk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Tokopedia juga membantu proses registrasi para merchant yang ingin menjual produknya melalui Tokopedia.

"Kami menerapkan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk membantu distribusi produk selama dilakukan pembatasan (lockdown), khususnya produk kebutuhan sehari-hari

"Kami juga mengamati para pedagang yang ingin menjual produk secara online dengan memudahkan penjual untuk mendaftar ke Tokopedia," ungkapnya.

Manoj pun mengungkapkan Tokopedia juga menyiapkan key analytic bagi para merchant sehingga mereka dapat lebih memahami customer, rincian penjualan, kampanye Tokopedia, hingga peluang dalam penjualan. Adapun seluruh key analytic yang disediakan berdasarkan data.

Sementara dari segi pembeli, Tokopedia juga terus melakukan peningkatan terhadap platform sehingga para pembeli dapat merasakan kenyamanan dalam berbelanja.

"Untuk pembeli, kami terus memberikan pengalaman browsing yang lebih baik kepada mereka dengan meluncurkan beberapa kategori. Selain itu, kami terus berinvestasi pada peningkatan platform," katanya.

Sementara itu, Distinguished Engineer Tokopedia Andrew Jaya Efendi mengatakan Tokopedia telah melakukan persiapan yang baik sejak awal pandemi COVID-19. Meski melakukan aktivitas secara WFH, para Nakama tetap dapat bekerja secara produktif.

"Pada awal wabah COVID-19 kami telah melakukan persiapan yang sangat baik untuk memastikan bahwa WFH akan efektif. Kami memasang VPN ke semua workstation termasuk bagian marketing, business development, hingga customer service sehingga kami dapat terkoneksi satu sama lain," katanya.

Andrew juga mengungkapkan Tokopedia juga melakukan banyak investasi dalam peningkatan platform. Salah satunya dengan melakukan uji coba fitur di lingkup internal sebelum dipublikasikan kepada customer.

"Setelah tahap uji coba selesai, kami melakukan publikasi fitur atau servis baru ke internal kami terlebih dahulu. Sehingga Nakama menjadi yang pertama mencoba versi terbaru dari Tokopedia," pungkasnya.



Simak Video "Perjuangan Pelaku UMKM Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)