Fakta MV Swift Rescue Singapura yang Temukan KRI Nanggala-402

Fakta MV Swift Rescue Singapura yang Temukan KRI Nanggala-402

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 26 Apr 2021 11:22 WIB
Singapura mengerahkan kapal MV Swift Rescue untuk membantu pencairan kapal selam KRI Nanggala-402. Kapal itu diperkirakan akan tiba di lokasi hilangnya kontak KRI Nanggala pada 24 April.
MV Swift Rescue. Foto: dok.Facebook/Ng Eng Hen
Jakarta -

Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam beserta 53 awaknya di perairan Bali. Kapal selam buatan Jerman tersebut ditemukan oleh kapal Singapura MV Swift Rescue dalam kondisi terbelah menjadi 3 bagian.

Seperti apa seluk beluk MV Swift Rescue yang telah berjasa dalam misi ini ini? Berikut fakta menariknya, dikutip detikINET dari Naval Technology, Senin (26/4/2021):

Diluncurkan tahun 2008

MV Swift Rescue adalah kapal jenis Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Singapura. Pembuatnya ST Marine, perusahaan subsidiary dari Singapore Technologies Engineering (ST Engineering) dengan biaya sekitar USD 400 juta.

Peluncuran perdana MV Swift Rescue adalah pada tahun 2008 dan merupakan kapal pertama milik AL di Asia Tenggara yang punya kapabilitas menyelamatkan awak kapal selam. Kapal ini panjangnya 85 meter, lebar 18,3 meter dan kedalaman dek utama 7,5 meter. Ia dapat menampung sampai 27 awak.

Sistem Penyelamatan

Untuk misi penyelamatan, MW Swift Rescue dilengkapi dengan Submarine Rescue Vehicle DSAR 6, Integrated Navigation & Tracking System, perangkat kendaraan bawah laut Remotely Operated Vehicle (ROV) dan lain sebagainya.

DSAR 6 SRV (Submarine Rescue Vehicle) merupakan kapal selam yang dapat mengevakuasi kru dari kapal selam yang tenggelam, dioperasikan dua nakhoda dan dapat menampung 17 tim penyelamat. Dia akan diluncurkan dan diambil kembali ke kapal MV Swift Rescue oleh sistem bernama Launch and Recovery System (LARS).

Dalam misi penyelamatannya, DSAR 6 yang sepanjang 9,6 meter ini bisa mencapai kedalaman 500 meter ke lokasi kapal selam yang celaka. DSAR 6 berbentuk kapsul itu menempelkan badannya ke kapal selam untuk menyelamatkan penumpang yang terjebak.

Kapsul itu dapat membawa hingga 40 orang. Ruang bernama The Transfer Under Pressure (TUP) akan menampung para awak yang diselamatkan dan dibekali peralatan medis, sebelum diantar ke atas permukaan laut.

Untuk menemukan lokasi kapal selam, ada sistem sonar serta kendaraan bawah air Remotely Operated Vehicle (ROV). Setelah terlacak di lokasi yang pasti, ROV juga akan membersihkan puing-puingnya jika perlu.

Ada pula fasilitas helipad di MV Swift Rescue. Bisa ditebak, gunanya adalah untuk mengantarkan para awak kapal selam yang celaka ke fasilitas medis yang lebih baik dengan helikopter. Sedangkan perawatan sementara bisa dilakukan di atas kapal karena ada rumah sakit di dalamnya dengan 18 kasur.

Tak hanya itu, MV Rescue Swift juga memiliki perahu cepat yang dapat diisi 50 orang penumpang. Kapal ini memudahkan evakuasi korban bila dalam kondisi kritis.

Selain dikerahkan ke Bali, dalam misi sebelumnya MV Swift Rescue pernah membantu upaya penemuan pesawat Malaysia Airlines Flight 370 di tahun 2014. Pada Desember 2014, kapal ini juga membantu pencarian Air Asia Flight 8501 yang celaka.

Sumber daya MV Swift Rescue

Sumber daya MV Swift Rescue adalah dua mesin diesel MAN 2040kW, tiga generator Caterpillar 1,360kW, baling-baling penggerak CPP Kort dan generator darurat 95kW. Kecepatan maksimum yang dapat dicapai adalah 12 knot. Kemudian, MV Rescue Swift dapat beroperasi terus menerus sampai 28 hari.



Simak Video "Baju Keselamatan Awak KRI Nanggala-402 Belum Sempat Dipakai"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)