Jangan Takut, Mark Zuckerberg Membela Kecerdasan Buatan

Ancaman AI

Jangan Takut, Mark Zuckerberg Membela Kecerdasan Buatan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 25 Apr 2021 20:33 WIB
Mark Zuckerberg
Foto: shutterstock
Jakarta -

Artificial Intelligence (AI) atau yang dikenal dengan kecerdasan buatan adalah buah dari kemajuan teknologi. Saking canggihnya AI, teknologi tersebut bisa mengancam peradaban manusia, tapi tidak menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Pernyataan Zuckerberg ini secara tegas silang pendapat terhadap yang disampaikan CEO SpaceX Elon Musk dan Pendiri Microsoft Bill Gates yang menyebutkan bahwa AI berpotensi jadi teror bagi keselamatan hingga kesejahteraan umat manusia.

Bahkan Musk mengatakan kecerdasan buatan ini menyebabkan persoalan besar, di mana robot yang disematkan AI akan dapat melakukan segalanya lebih baik daripada yang dikerjakan manusia.

"Saya memiliki pandangan Ai paling canggih dan saya pikir orang harus benar-benar peduli dengan itu. AI adalah risiko fundamental bagi keberadaan peradaban manusia," kata Elon Musk.

Sedangkan Bill Gates menaruh perhatian apabila pemanfaatan robot akan membantu pekerjaan dan itu hal positif. Tetapi kalau sudah kecerdasannya berlebihan, Gates sangat menentang.

"Mesin akan melakukan banyak pekerjaan untuk kami dan tidak menjadi super cerdas. Itu tidak masalah, jika mengelolanya dengan baik. Beberapa dekade setelah itu, kecerdasan buatan cukup untuk menjadi perhatian. Saya setuju dengan Elon Musk dan beberapa orang lain tentang ini dan tidak mengerti mengapa beberapa orang tidak peduli," ungkap Gates.

Menurut Zuckerberg, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (25/4/2021) anggapan AI mengundang hari kiamat dinilainya sebagai hal yang tidak bertanggung jawab. Di mata bos Facebook ini, kecerdasan buatan merupakan teknologi yang bisa membuat hidup manusia lebih baik lagi di masa depan.

PALO ALTO, CA - JULY 06:  Facebook CEO Mark Zuckerberg prepares to speak at a news conference at Facebook headquarters July 6, 2011 in Palo Alto, California.  Zuckerberg announced new features that are coming to Facebook including video chat and a group chat feature.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)PALO ALTO, CA - JULY 06: Facebook CEO Mark Zuckerberg prepares to speak at a news conference at Facebook headquarters July 6, 2011 in Palo Alto, California. Zuckerberg announced new features that are coming to Facebook including video chat and a group chat feature. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images) Foto: Getty Images/Justin Sullivan

"Saya menonton wawancara Elon Musk baru-baru ini dan ketakutan terbesarnya di masa depan adalah AI. Apa pendapat Anda tentang Ai dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi dunia?" ujar Mark Zuckerberg.

Zuckerberg punya dasar pengetahuan mengapa kecerdasan buatan tidak seperti yang dipikirkan oleh Bos SpaceX itu.

"Saya memiliki pendapat yang kuat tentang ini. Saya optimis. Saya pikir Anda bisa membangun sesuatu dan dunia menjadi lebih baik, tapi dengan AI khususnya, saya sangat optimis," imbuhnya.

"Dan, saya pikir orang-orang penentang dan mencoba menghidupkan skenario AI dan hari kiamat ini, saya tidak memahaminya. Ini benar-benar negatif dan dalam beberapa hal saya benar-benar berpikir itu sangat tidak bertanggung jawab," tuturnya.

Lebih lanjut, Zuckerberg mengatakan, dalam satu dekade ke depan kecerdasan buatan akan memberikan dampak positif kepada kualitas kehidupan manusia. Misalnya membantu mendiagnosa penyakit, meningkatkan kinerja mobil tanpa sopir.

"Dalam lima hingga 10 tahun ke depan, AI akan memberikan begitu banyak peningkatan dalam kualitas hidup kita," ucap suami dari Priscilla Chan ini.

"Setiap kali saya mendengarkan AI akan menyakiti orang di masa depan, saya pikir ya, Anda tahu teknologi secara umum selalu dapat digunakan untuk kebaikan dan keburukan. Anda perlu berhati-hati tentang bagaimana Anda membangunnya dan harus melakukannya. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda buat dan bagaimana itu akan digunakan," kata Zuckerberg.

Di akhir wawancaranya ini, Zuckerberg tidak habis pikir ada yang memperdebatkan untuk memperlambat proses pembuatan AI.

"Saya merasa itu benar-benar dipertanyakan. Saya tidak habis pikir," pungkasnya.



Simak Video "Singgung Space War, Jokowi Ingin BPPT Jadi Pusat Kecerdasan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)