#prayforNTT Menggema Usai Kupang Diterjang Banjir dan Badai Hebat

#prayforNTT Menggema Usai Kupang Diterjang Banjir dan Badai Hebat

Tim detikcom - detikInet
Senin, 05 Apr 2021 07:19 WIB
Sejumlah warga menyaksikan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.
#prayforNTT menggema di medsos usai bencana alam melanda Kupang, Flores Timur dan daerah lainnya. Foto: ANTARA FOTO/HUMAS BNPB
Jakarta -

#prayforNTT menggema di media sosial usai Kota Kupang dan daerah diterjang badai hebat yang mengakibatkan bencana banjir. Netizen di Tanah Air ramai-ramai memanjatkan doa agar warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diberikan keselamatan dari bencana.

Seperti diketahui hujan lebat disertai angin kencang menerjang provinsi NTT sejak Sabtu (3/4/2021) mengakibatkan sejumlah titik di Kota Kupang terendam air. Sementara di Flores terjadi banjir bandang yang menyebabkan ratusan orang tertimbun longsor dan belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Jemmi Didok menyatakan telah meminta penetapan status tanggap darurat. Permintaan penetapan status tanggap darurat, menurut Jemmi, karena BPBD Kota Kupang sudah tidak sanggup menangani banyaknya korban terdampak hujan dan angin kencang dalam dua hari terakhir.

"Saya minta penetapan tanggap darurat karena dari BPBD sendiri sudah tidak mampu menangani kasus yang terjadi dua hari ini," ujar Jemmi seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini akan adanya siklon tropis di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bergerak ke barat daya. Sehingga, diperkirakan akan terjadi cuaca ekstrem di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.

"Sampai lusa (6/4), mohon kewaspadaan daerah terutama NTT, NTB, Bali. Potensi hujan sangat lebat masih bisa terjadi. Kita harapkan tanggal 6 sudah menjauh masuk Samudera Hindia. Harapan kita di tanggal 6 sore atau malam sudah semakin mereda," ucap Kepala Pusat Meteorologi Publik, Fachri Radjab, dalam konferensi pers, Minggu (4/4/2021).

Dia berharap peringatan dini ini disebarkan dan diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat. Sehingga, meminimalisir korban dari banjir atau tanah longsor sebagai salah satu akibat dari adanya hujan lebat.

"Mohon diwaspadai, disiagakan agar masyarakat dapat terlindungi, dapat diamankan, sehingga diharapkan, diupayakan tidak ada korban jiwa," katanya.

Berikut rangkuman doa yang dipanjatkan netizen Tanah Air untuk warga Kupang dan sekitarnya.













Simak Video "Korban Tewas Banjir Bandang Flores Timur Bertambah Jadi 41 Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)