Googling Soal Bom, Panci dan Ransel, Keluarga Ini Didatangi Polisi

Googling Soal Bom, Panci dan Ransel, Keluarga Ini Didatangi Polisi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 30 Mar 2021 14:48 WIB
Google punya caranya tersendiri untuk memerangi ISIS, yaitu dengan iklan. Raksasa mesin pencari itu akan menampilkan iklan anti ISIS ketika ada penggunanya yang googling soal ISIS ataupun gerakan-gerakan Islam radikal lainnya.
Keluarga di Amerika didatangi polisi terkait pencarian mencurigakan, mirip aktivitas terorisme. (Foto: Gettyimages)
Jakarta -

Jangan sembarangan mencari informasi soal bom di Google. Perkakas dapur tertentu juga dikaitkan dengan bom rakitan. Di Amerika, Anda bisa didatangi polisi.

Seorang wanita dari New York, Amerika Serikat mengaku didatangi polisi karena riwayat pencarian di Google yang dilakukan keluarganya. Michele Catalano mengatakan pencariannya untuk 'pressure cookers', pencarian suaminya untuk 'backpack', serta keingintahuan putranya akan informasi tentang pemboman Boston membuat keluarganya menjadi sasaran kecurigaan pihak berwajib.

Catalano sedang bekerja saat polisi datang, sementara suaminya sedang duduk di ruang tamu. Dia menceritakan pengalaman itu dalam sebuah postingan di Medium.com. Walaupun diliputi rasa takut, insiden itu diputuskan bukan perkara pidana setelah kunjungan selesai dilakukan.

Cerita lama tahun 2013 ini pun menghebohkan publik sekarang. Meskipun polisi Suffolk telah mengonfirmasi bahwa petugasnya memang pergi ke rumah tersebut, tetapi mereka menjelaskan bahwa itu adalah hasil dari informasi rahasia, bukan karena pemantauan pencarian internet secara khusus. Dalam sebuah pernyataan, kantor komisaris polisi memberikan komentarnya.

"Detektif intelijen kriminal Suffolk County menerima informasi dari perusahaan komputer yang berbasis di Bay Shore mengenai pencarian komputer yang mencurigakan yang dilakukan oleh seorang karyawan yang baru-baru ini berhenti kerja. Pencarian komputer mantan karyawan tersebut terjadi di komputer tempat kerja karyawan ini. Di komputer itu, karyawan tersebut mencari istilah 'pressure cooker bombs' dan 'backpacks'," jelasnya.

Sementara itu, FBI mengatakan kepada Guardian seperti dilihat Selasa (30/3/2021) bahwa Catalano dikunjungi oleh Kepolisian Nassau yang bekerja sama dengan Kepolisian Suffolk.

"Dari pemahaman kami, kedua polres itu tahu," kata juru bicara FBI Kelly Langmesser.

Anehnya, Kepolisian Nassau County mengatakan Catalano tidak dikunjungi oleh mereka dan membantah terlibat dalam situasi tersebut. Setelah ramai, Catalano kembali mengunggah sesuatu di Tumblr dan mengatakan baru mengetahui fakta sesungguhnya.

"Kami mengetahui dari Kepolisian Suffolk bahwa penggeledahan juga melibatkan hal-hal yang dilihat suami saya pada pekerjaan lamanya. Kami tidak diberitahu tentang hal ini pada saat interogasi dan dibuat percaya bahwa itu semata-mata akibat pencarian di rumah kami," tuturnya.



Simak Video "Serangan Bom Mobil di Pasar Baghdad, 1 Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)