Pasca Bom Makassar, 134 Konten Kekerasan Muncul di Medsos

Pasca Bom Makassar, 134 Konten Kekerasan Muncul di Medsos

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 29 Mar 2021 17:22 WIB
Ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel, tewaskan 1 orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. Selain itu, 14 orang dilaporkan terluka.
Foto: ANTARA FOTO/ARNAS PADDA
Jakarta -

Pasca ledakan di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung melakukan patroli siber di berbagai platform internet, tak terkecuali media sosial (medsos).

Alhasil, ditemukan 134 konten yang dinilai mengandung kekerasan hingga potongan tubuh yang diduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

"Sejak kejadian Bom di Makassar, Minggu 28 Maret 2021 lalu, Kementerian Kominfo langsung melakukan patroli siber untuk menelusuri konten-konten di media sosial yang mengandung unsur kekerasan, potongan tubuh, luka-luka, dan konten lainnya yang tidak selayaknya dipublikasikan," ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi kepada detikINET, Senin (29/3/2021).

Terhitung sampai pukul 10.00 WIB, Senin (29/3/2021) 134 konten tersebut tersebar sebagai berikut:

- Konten di Facebook: 34
- Konten di Instagram: 21
- Konten di Twitter: 59
- Konten di Youtube: 20
Total: 134 konten

Ratusan konten tidak layak dipublikasikan di dunia maya itu, telah diajukan Kominfo kepada masing-masing platform untuk dilakukan pemutusan akses alias diblokir.

"Kami kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten seperti tersebut di atas dan bersama-sama menangkal paham radikalisme-terorisme baik di ruang fisik maupun ruang digital," tutur Dedy.

Sebelumnya, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pukul 10.25 WIB. Bom ini menyebabkan 19 orang terluka yang dirawat di RS Bhayangkara (13 orang), RS Siloam (2 orang) dan 4 orang rawat jalan.

Pelaku --setelah diidentifikasi melalui sidik jari dan DNA-- adalah pasangan suami istri L dan YSF. Mereka diduga kuat terkait dengan kelompok JAD yang terlibat pengebomam Gereja Katedral Jolo di Filipina tahun 2018. Kedua pelaku meninggalkan surat wasiat berpamitan dan siap mati.



Simak Video "Doa Warganet Untuk Tragedi Bom di Gereja Katedral Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)