John McAfee, Ikon Antivirus yang Terlibat Pembunuhan Hingga Penipuan

John McAfee, Ikon Antivirus yang Terlibat Pembunuhan Hingga Penipuan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 12 Mar 2021 19:00 WIB
john mcafee
John McAfee, Ikon Antivirus yang Terlibat Pembunuhan hingga Kasus Penipuan. Foto: Bloomberg
Jakarta -

John McAfee kembali muncul di pemberitaan. Sayangnya bukan kabar baik yang tersiar. Dalam beberapa tahun terakhir, pemberitaan negatif selalu mengiringi kemunculan ikon software antivirus yang legendaris ini.

Kabar terbaru, McAfee terjerat kasus penipuan mata uang kripto. Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu dalam kasus terpisah, McAfee dituduh mengemplang pajak dari 2014 hingga 2018.

Tak hanya itu, McAfee juga ketahuan menggunakan nama orang lain untuk menyembunyikan asetnya, termasuk kapal pesiar dan properti. Belum lagi sederet skandal dan kelakuan ajaibnya yang semakin membuat sosoknya dipandang penuh kontroversi.

McAfee adalah programer komputer kelahiran Inggris dan juga seorang pebisnis. Namanya menjadi sangat terkenal di tahun 1980-an ketika perusahaan yang didirikannya, McAfee Associates merilis software antivirus komersial pertama McAfee VirusScan.

Bisnis tersebut berkembang dan menjadi industri bernilai multi-miliar dolar. Dia menjalankan McAfee Associates dari tahun 1987 hingga 1994, tahun ketika dirinya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Kejayaan McAfee berada di puncaknya pada tahun 2007 dengan total kekayaan USD 100 juta. Namun kemudian, investasinya anjlok dalam krisis keuangan di tahun 2007-2008.

Meski bisnis software antivirus miliknya telah dijual ke Intel, ia masih mengembangkan produk keamanan cyber miliknya sendiri. Namun dalam beberapa tahun belakangan, bukan update seputar teknologi yang sering terdengar darinya, melainkan kasus pelanggaran hukum dan tingkah kontroversial yang dilakukannya.

Terlibat pembunuhan

Pada 2012, McAfee menghebohkan dan menjadi berita utama setelah polisi di negara Belize di Amerika Tengah menyelidiki kematian salah satu tetangga McAfee. Polisi saat itu tak hanya mengejar beberapa orang tersangka, termasuk di dalamnya McAfee. Polisi melabelinya sebagai "orang yang berkepentingan" karena diduga terlibat dalam kematian tetangganya tersebut.

McAfee meninggalkan Amerika dan menjadi buron. Dia mengatakan sangat takut akan keselamatannya sendiri. Para pejabat berwenang akhirnya mengatakan dia bukan tersangka.

Ini bukan kasus pertama yang menjeratnya. Di tahun yang sama, McAfee juga berurusan dengan polisi karena memiliki senjata api ilegal.

Dicurigai bawa amunisi senjata

Pada Juli 2019, McAfee dan anggota rombongannya ditangkap saat kapal pesiarnya berlabuh di Puerto Plata, Republik Dominika, karena dicurigai membawa senjata dan amunisi berkaliber tinggi. Mereka ditahan selama empat hari sebelum dibebaskan.

Bikin hoax

McAfee mengarang hoax pada 11 Agustus 2020 dengan menyebutkan dirinya ditangkap di Norwegia selama pandemi COVID-19, karena menggunakan celana dalam wanita sebagai masker dan menolak menggunakan masker yang benar.

Dia kemudian memposting foto dirinya ke Twitter dengan mata memar, mengklaim bahwa luka memar tersebut terjadi selama penangkapan. Namun foto yang diduga saat penangkapan tersebut menunjukkan seorang petugas berseragam dengan tulisan "polisi" berbahasa Jerman, sehingga tidak mungkin penangkapan terjadi di Norwegia.

Kepolisian Augsburg, Jerman kemudian mengonfirmasi bahwa foto tersebut adalah saat McAfee tidak bisa memasuki Jerman, bukan karena memakai celana dalam wanita sebagai masker.

Ngemplang pajak

McAfee juga pernah menyatakan penghinaan terhadap pajak. Dalam tweet yang dipostingnya pada 2019, dia terang-terangan mengatakan bahwa dia tidak mau membayar pajak selama bertahun-tahun karena perpajakan itu ilegal.

Di tahun 2020, McAfee kembali terjerat kasus di mana ia ditangkap di Spanyol dan akhirnya berujung pada ekstradisi ke Amerika. McAfee didakwa oleh Kementerian Hukum AS atas tuduhan mengemplang pajak.

Penipuan mata uang kripto

McAfee dan pengawalnya Jimmy Gale Watson Jr didakwa pengadilan New York, AS atas kasus konspirasi untuk melakukan penipuan dan pencucian uang menggunakan cryptocurrency atau mata uang kripto.

Keduanya dituding mempromosikan cryptocurrency ke banyak follower Twitter McAfee untuk menaikkan harga. Menurut jaksa penuntut, uang itu kemudian diduga dijual dan membuat mereka meraup jutaan dolar. Baik McAfee maupun Watson belum mengomentari tuduhan tersebut. McAfee saat ini masih ditahan di Spanyol karena kasus pajak, menunggu ekstradisi ke AS.



Simak Video "Hasil Autopsi Raja Antivirus McAfee Terungkap"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)