4 Fakta Mensa, Klub Untuk Orang Jenius Ber-IQ Super Tinggi

4 Fakta Mensa, Klub Untuk Orang Jenius Ber-IQ Super Tinggi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 28 Jan 2021 06:44 WIB
Little professor solving math problem on blackboard
Ilustrasi anak jenius. Foto: Getty Images/iStockphoto/selimaksan
Jakarta -

Mensa merupakan klub untuk orang-orang jenius dan terbukti memiliki IQ yang super tinggi. Siapa pun dapat menjadi anggota selama mereka mendapat skor 2% teratas dari populasi umum dalam tes kecerdasan yang disetujui. Jika kamu penasaran, kamu bisa mencoba latihan Mensa untuk mendapatkan gambaran tes agar dapat bergabung.

Dikutip dari SBS Australia, Kamis (28/1/2021) berikut ini fakta terkait kelompok ini:

1. Didirikan oleh orang Australia

Mensa adalah organisasi global, tetapi yayasannya didirikan oleh koneksi Australia. Pada bulan Desember 1945, mahasiswa pascasarjana Oxford, Lancelot Ware, berada di kereta, menuju rumah untuk merayakan Natal. Seorang pengacara Australia berusia 50 tahun Roland Berrill memulai percakapan dengannya dan bersama-sama mereka menyusun rencana untuk menciptakan kelompok bagi orang-orang yang berbakat secara intelektual.

Berrill mendanai ide tersebut dan menjadi Sekretaris pertama Mensa. Dia adalah karakter yang sangat eksentrik. Sebelum mendirikan Mensa, dia mencoba memulai gerakan untuk mendorong pria dan wanita agar mengenakan pakaian berwarna cerah. Setelah 1950-an, dia menjalani sisa hari-harinya sebagai orang rumahan, jarang meninggalkan apartemennya di London.


2. Asal nama dan jumlah anggota

Saat ini, ada sekitar 134.000 anggota cabang Mensa yang ditemukan di 100 negara di seluruh dunia termasuk di dalamnya, tentu saja, orang-orang dari Australia. Mensa sendiri merupakan kata Latin untuk meja yang mana mencerminkan filosofi 'meja bundar' tentang kesetaraan.

3. Tidak semua orang di Mensa memiliki gelar sarjana

Terlepas dari tujuan ilmiah dibuatnya Mensa, tidak setiap anggota Mensa memiliki gelar sarjana. Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang Mensa adalah bahwa Mensa adalah organisasi yang sangat 'terkenal', kata Kymberley Wilson, pensiunan pengembang perangkat lunak yang saat ini menjabat sebagai ketua Mensa Australia.

"Orang-orang mengira kami duduk-duduk sambil membicarakan topik yang berbobot... Saat kami berkumpul, kami memiliki percakapan yang menarik, tetapi kami menceritakan banyak lelucon dan cerita seperti kelompok orang lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut, anggota Mensa berasal dari berbagai latar belakang. Bahkan mantan ketua Mensa di Belanda adalah seorang sopir bus.

"Sekelompok Mensa tidak selalu memiliki kesamaan selain fakta bahwa mereka memenuhi syarat untuk bergabung dengan Mensa," sambung Wilson.


4. Anggota termuda

Seperti kebanyakan anggota Mensa, ketika Adam Kirby bergabung dengan Mensa Inggris, dia menikmati membaca Shakespeare dan belajar bahasa. Namun menariknya, Kirby baru berusia dua tahun lima bulan saat bergabung dengan Mensa Inggris pada 2013. Menurut laporan Daily Mail, balita itu mendapat skor 141 pada tes IQ Stanford-Binet yang mana empat poin di bawah ambang 'jenius'.

Jika kamu bertanya-tanya apa yang dapat dilakukan oleh anak berusia dua tahun yang sangat cerdas, pada usia 29 bulan Kirby dapat membaca pada tingkat rata-rata anak berusia lima tahun, mengeja lebih dari 100 kata, menghitung hingga 1.000, dan melakukan penambahan dan pengurangan sederhana.

Terlepas dari semua ini, dia bukanlah orang termuda yang pernah bergabung dengan Mensa Inggris. Gelar itu dimiliki oleh Elise Tan-Roberts, yang berusia dua tahun empat bulan ketika bergabung pada tahun 2009.

(ask/afr)