Begini Gilanya Perjuangan Para Pelajar Korsel

Begini Gilanya Perjuangan Para Pelajar Korsel

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 28 Jun 2018 16:43 WIB
Kelas di Korea Selatan. Foto: Getty Images
Jakarta - Salah satu karakter penduduk Korea Selatan, meskipun tentu tidak semuanya, adalah ambisi tinggi. Tak terkecuali para pelajarnya yang selalu ingin masuk sekolah paling elit dan setelah lulus, masuk perusahaan bergengsi meski harus melalui perjuangan berat.

Dalam sebuah bangunan di wilayah elit Gangnam, profesor Lee Sihan meminta 28 anak muda yang ia bimbing belajar keras. Mereka akan menghadapi ujian menentukan, yang bisa membawa mereka menembus perusahaan besar. Sebut saja Samsung, LG, Hyundai atau lainnya.

Lee mengklaim punya IQ sangat tinggi dan coba membantu mereka lolos berbagai ujian masuk perusahaan seperti Samsung. Para pemuda itu membayar tak sedikit untuk ikut bimbingan belajar yang diselenggarakan Lee.



"Jadwalnya sangat padat. Strategi saya adalah membimbing mereka agar lolos dalam waktu yang sangat singkat ini," kata dia seperti dikutip detikINET dari USA Today.

Di bagian Seoul yang lain, seorang siswa sebut saja Lim, tinggal di apartemen kecil bersama teman-temannya. Kondisi di apartemen itu sunyi karena semuanya sedang giat belajar sampai 15 jam per hari sebagai persiapan ujian masuk perusahaan besar yang mereka incar.

Lim adalah lulusan terbaik di SMA-nya. Namun modal itu tidaklah cukup, dia harus terus berusaha karena banyak anak lain sepintar dirinya. "Kadang-kadang saya bertanya apakah cuma ini caranya menjadi sukses," tutur Lim.

Di Korsel, masuk universitas elit dan bekerja di perusahaan mapan bisa dibilang adalah segalanya. Para pemuda lulusan universitas, khususnya pria, belajar begitu keras untuk mencapai semua itu karena persaingannya benar-benar ketat.

Di Negeri Ginseng ini, memang mau masuk ke lembaga apapun harus melalui proses ujian yang sulit, bahkan kabarnya masuk TK sekalipun. Jika gagal tes, orang bisa dianggap gagal dalam hidupnya.



Malah, banyak kasus bunuh diri terjadi di kalangan anak muda karena malu di hadapan keluarga, hanya karena mereka tidak lulus ujian.

Bekerja di organisasi besar adalah kebanggaan di sana. Keluarga akan menyanjung dan masyarakat akan kagum. Kesejahteraan dipastikan terjamin karena perusahaan Korsel biasanya menganggap karyawan sebagai bagian dari keluarga.

Ya, tidak seperti di perusahaan barat, hubungan antara perusahaan dengan karyawan di perusahaan Korsel lebih erat. Banyak orang yang loyal hanya bekerja di satu perusahaan sampai pensiun. Tak heran, orang tua pun berusaha sekerasnya agar anaknya masuk perusahaan besar.

(fyk/fyk)