Pendiri Signal: Kami Unggul Soal Privasi Ketimbang WhatsApp

Pendiri Signal: Kami Unggul Soal Privasi Ketimbang WhatsApp

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 13 Jan 2021 20:46 WIB
Brian Acton
Pendiri Signal: Kami Unggul Soal Privasi Ketimbang WhatsApp Foto: Business Insider
Jakarta -

Signal menjadi salah satu aplikasi messaging alternatif pilihan pengguna WhatsApp yang kecewa akan kebijakan privasi terbarunya. Jika dibandingkan dengan WhatsApp, co-founder Signal Brian Acton mengatakan platform-nya jauh lebih unggul soal privasi data.

"Saya rasa Signal benar-benar unggul di atas WhatsApp di kategori privasi. Kalian melihatnya di 'label privasi' aplikasi. Kalian melihatnya di bagaimana kami membangun produknya," kata Acton dalam wawancara dengan NDTV, seperti dikutip detikINET, Rabu (13/1/2021).

"Kami memiliki fitur privasi seperti 'disappearing messages' (dan juga) semua terenskripsi, termasuk metadata kalian," sambungnya.

Acton, yang dulunya mendirikan WhatsApp sebelum pindah karena perbedaan prinsip, mengatakan dari segi fitur Signal dan WhatsApp memiliki sedikit kesamaan, misalnya fitur hapus pesan otomatis atau disappearing messages.

Selain kesamaan fitur tersebut, Acton mengatakan Signal menawarkan keamanan yang jauh berbeda dari WhatsApp dalam bentuk enkripsi total. Enkripsi ini juga mencakup metadata, atau informasi yang membantu server mengidentifikasi banyak data termasuk tempat dan waktu pesan dikirimkan.

Dengan perlindungan enkripsi ini, jika pesan pengguna dibobol, hacker hanya akan melihat deretan angka acak. WhatsApp sebenarnya juga menawarkan enkripsi end-to-end, tapi mereka masih mengumpulkan beberapa data pengguna seperti alamat IP.

Acton juga mengomentari kebijakan privasi baru WhatsApp yang tiba-tiba digulirkan. Pria lulusan Stanford University ini mengatakan ia paham jika pengguna WhatsApp tiba-tiba kebingungan begitu tahu banyak datanya yang dikumpulkan oleh aplikasi.

"Ini adalah sesuatu yang rumit. Data apa yang saya kumpulkan, apa yang tidak saya kumpulkan. Dan kemudian orang-orang benar-benar terkejut, 'oh ketika saya mendaftar saya tidak menyadari bahwa saya memberikan informasi ini kepada Anda,'" kata Acton.

"Jadi jika Anda memulai dari posisi tidak memiliki informasi apapun (tentang pengguna) Anda secara otomatis melindungi privasi orang-orang," imbuhnya.

Signal memang tidak mengumpulkan informasi apapun dari pengguna, tapi mereka yang ingin membuat akun baru harus mendaftar menggunakan nomor telepon.

Untuk ke depannya, Acton mengatakan Signal akan berusaha menambahkan lapisan perlindungan tambahan dengan menghubungkan akun dengan ID pengguna dan bukan nomor telepon agar tidak ada data yang dikumpulkan.

"Ini memberikan kalian lapisan privasi lainnya, dan salah satu fitur yang paling sering diminta. Jadi kami akan melihat apakah akan kami buat," pungkasnya.



Simak Video "WhatsApp, Telegram, Signal, Mana Paling Mantap?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)