Channel YouTube Donald Trump Kena Suspend

Channel YouTube Donald Trump Kena Suspend

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 13 Jan 2021 14:42 WIB
President Donald Trump addresses the crowd at a rally for U.S. Senators Kelly Loeffler, R-Ga., and David Perdue, R-Ga., who are both facing runoff elections Saturday, Dec. 5, 2020, in Valdosta, Ga. (AP Photo/Ben Gray)
Channel YouTube Donald Trump Kena Suspend (Foto: AP Photo/Ben Gray)
Jakarta -

Channel YouTube milik Presiden Donald Trump kena suspend atau ditangguhkan untuk sementara. Layanan berbagi video ini mengatakan Trump mengunggah konten yang melanggar aturannya yang kini telah dihapus dan akunnya langsung ditangguhkan.

Setelah mendapatkan strike satu dari YouTube, Trump tidak bisa mengunggah video baru sampai tujuh hari ke depan. Kolom komentar di bawah video Trump juga dimatikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

YouTube sendiri memiliki aturan tiga strike untuk akun yang melanggar aturan sebelum akhirnya dicekal secara permanen. Karena channel Trump hanya di-suspend untuk sementara, akun dan semua videonya masih bisa diakses tapi ia tidak bisa mengunggah konten baru.

"Setelah ditinjau, dan karena kekhawatiran tentang potensi kekerasan yang berlangsung, kami menghapus konten baru yang diunggah ke channel Donald J Trump karena melanggar kebijakan kami," kata YouTube dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (13/1/2021).

"Karena kekhawatiran tentang kekerasan yang masih terjadi, kami juga akan mematikan komentar di channel Presiden Trump sampai batas waktu yang tidak ditentukan, seperti yang kita lakukan untuk channel lainnya di mana ditemukan masalah keamanan di bagian komentar," sambungnya.

YouTube tidak menjelaskan video apa yang mereka hapus dari channel Trump. Channel Trump sendiri memiliki 2,77 juta subscriber dan setiap harinya mengunggah beberapa video darinya dan dari media sayap kanan.

Penangguhan channel YouTube Donald Trump dilakukan beberapa hari setelah kerusuhan di Gedung Capitol Amerika Serikat yang dilakukan oleh pendukung Trump.

Setelah kejadian tersebut, Twitter dan Facebook mengumumkan mereka telah menangguhkan akun Trump dari platform-nya. Bahkan Twitter men-suspend akun Trump secara permanen yang memaksanya mencuit lewat akun @POTUS sebelum cuitannya dihapus.

Setelah kericuhan di Gedung Capitol, YouTube mengumumkan mereka akan langsung memberikan strike satu dan menangguhkan akun yang mengunggah video yang mengklaim hasil Pilpres AS telah dicurangi.

Sementara itu Google yang merupakan pemilik YouTube juga menghapus Parler, aplikasi media sosial yang populer di kalangan pendukung Trump, dari Play Store pada akhir pekan lalu.



Simak Video "Usai Akunnya Diblokir, Trump Tuduh Platform Medsos Pecah Belah Bangsa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)