Anak Buah Erdogan Setop Pakai WhatsApp

Anak Buah Erdogan Setop Pakai WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 12 Jan 2021 05:35 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Aplikasi WhatsApp. Foto: dok. Rawpixel
Turki -

Kebijakan privasi baru WhatsApp membuat sebagian penggunanya merasa cemas. Salah satunya adalah kantor media kepresidenan Turki yang berada di bawah arahan presiden Recep Tayyip Erdogan.

Bahkan kantor media Erdogan ini telah memutuskan untuk menghapus WhatsApp dan berhenti menggunakannya. Grup WhatsApp yang biasa mereka pakai untuk berkomunikasi dengan jurnalis, berpindah ke aplikasi domestik bernama BiP buatan perusahaan Turkcell Iletisim Hizmetler.

Aplikasi dalam negeri itu diklaim berkualitas dan juga aman karena juga punya teknologi enkripsi atau penyandian seperti WhatsApp. Kebetulan, pemerintahan Erdogan juga sedang menginvestigasi para media sosial yang menurut para aktivis bertujuan untuk membungkam kritikan.

Seperti diberitakan, user WhatsApp harus menyetujui data mereka dibagi ke Facebook atau tidak bisa lagi melanjutkan penggunaannya. Akibatnya, kabarnya cukup banyak pengguna WhatsApp pindah ke pesaing seperti Telegram atau Signal.

Apalagi Signal kemudian direkomendasikan oleh CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, untuk menggantikan WhatsApp. Sedangkan pendiri Telegram, Pavel Durov, menyebut sebaiknya WhatsApp ditinggalkan dan pakai Telegram saja.

Dikutip detikINET dari Hindustan Times, pihak Turkcell selaku pembuat BiP mengaku melihat fenomena banyak user berpindah dari WhatsApp. Sekitar satu juta user baru bergabung dengan BiP hanya dalam waktu diklaim sekitar 24 jam.

Sejak dirilis pada tahun 2013, aplikasi messaging tersebut menurut Turkcell sudah diunduh sekitar 53 juta kali di Turki sehingga cukup laris. Pemerintah Turki sendiri meminta warga untuk menggunakan BiP ketimbang layanan asing.

Kabar terbaru, lembaga pengawas kompetisi di Turki telah menggelar investigasi pada WhatsApp dan Facebook terkait aturan privasi baru itu. "Lembaga pengawas kompetisi membuka investigasi ke Faceboook dan WhatsApp dan menangguhkan persyaratan untuk membagikan data WhatsApp," demikian pernyataan mereka pada Reuters.

Sebagai informasi, WhatsApp akan memberlakukan kebijakan privasi terbaru mulai 8 Februari 2021 mendatang. Pelanggan yang tidak berkenan dengan hal tersebut tidak bisa lagi memakai WhatsApp.

Salah satu poin yang menghebohkan adalah data dibagi ke Facebook. Pihak WhatsApp sendiri sudah memberi klarifikasi mengenai hal itu. WhatsApp menyatakan jika pembagian data telah dilakukan sejak tahun 2016 dengan Facebook namun masih dalam jumlah terbatas.

"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah back end, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," cetus WhatsApp dalam keterangannya.



Simak Video "WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Kirim Foto Jadi Stiker"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)