Barack Obama Kecam Facebook dkk, Ini Alasannya

Barack Obama Kecam Facebook dkk, Ini Alasannya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 20 Nov 2020 10:03 WIB
Barack Obama: Satu pemilu tidak akan mengubah pembusukan kebenaran di AS
Barack Obama. Foto: BBC World
Jakarta -

Mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, kecewa dengan maraknya hoax atau informasi yang beredar di media sosial. Belum lagi para perusahaan media sosial terkesan lepas tangan sehingga belum ada solusinya yang mujarab.

Padahal menurut Obama, media sosial punya kemampuan untuk memilah informasi. "Mereka yang membuat pilihan editorial, apakah akan menguburnya di algoritma atau tidak," katanya seperti dikutip detikINET dari CNBC.

"Pada akhirnya, kita harus menemukan kombinasi regulasi pemerintah dan praktik korporat untuk masalah ini, karena akan semakin buruk. Jika Anda bisa menampilkan kebohongan gila dan teori konspirasi hanya dengan teks, bayangkan apa yang bisa Anda lakukan jika bisa membuatnya terlihat seperti Anda atau saya mengatakannya dalam video. Kita sudah dekat dengan hal seperti itu sekarang," cetusnya.

Obama merujuk pada teknologi deepfake. Teknologi itu memungkinkan semua sosok bisa dibuat seakan mengatakan sesuatu dengan mengubah gerak gerik mulut atau ekspresi wajah, padahal mereka sama sekali tidak mengatakannya.

Disinformasi menurutnya adalah ancaman besar bagi demokrasi "Saya pikir ini adalah ancaman tunggal terbesar bagi demokrasi kita. Saya pikir Donald Trump adalah pelakunya, tapi bukan dia yang membuatnya. Dia mungkin mempercepatnya, tapi hal itu sudah ada sebelum dia dan sesudah dia," ucap Barack Obama.

Medsos semacam Facebook atau Twitter kadang berkilah bahwa mereka adalah fasilitator informasi dan tidak terlalu terlibat dalam konten yang ditampilkan.

Hal itu memang terlindungi dalam aturan Section 230 of the Communications Decency Act di AS, sehingga platform teknologi tidak bisa dianggap bersalah atas postingan dari penggunanya. Namun belakangan, medsos mendapat banyak tekanan agar lebih bertanggungjawab terhadap konten penggunanya karena maraknya informasi tidak benar yang berkelaran.

Beberapa waktu lalu, Joe Biden yang sekarang presiden terpilih ingin mencabut aturan itu. "Section 230 harus dicabut, harus dicabut sesegera mungkin, nomor satu," sebutnya, senada dengan Barack Obama.



Simak Video "Rakornas FKUB, Jokowi: Tak Jarang Medsos Membawa Toxic Seperti Hoax"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)