Pentingnya Sertifikasi PostgreSQL, Buat Apa?

Pentingnya Sertifikasi PostgreSQL, Buat Apa?

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 18 Nov 2020 18:24 WIB
ilustrasi komputer
Foto: Unsplash
Jakarta -

Sertifikasi boleh dibilang menjadi suatu standard, lebih tepatnya standard kompetensi. Hal ini diperlukan di banyak bidang, termasuk bidang IT, salah satunya sertifikasi untuk PostgreSQL.

Untuk diketahui, PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut perjanjian lisensi BSD. Software ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. Sayangnya, belum ada standardisasi untuk PostgreSQL.

"Belum ada standardisasi penyampaian layanan, dan tidak ada cara pengukuran untuk memberi tahu calon pengguna agar mempertimbangkan PostgreSQL sebagai solusi bisnis," kata CEO PT Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (18/11/2020).

Karenanya, disebutkan Julyanto, diperlukan setidaknya alat untuk mengukur secara objektif kemampuan tersebut, yakni sertifikasi. Tak hanya penting bagi individu, menurutnya sertifikasi juga dibutuhkan oleh sebuah korporasi ataupun institusi.

"Dengan adanya sertifikasi standardisasi kita dapat menghilangkan suatu masalah dan akan maju ke solusi lain di masa mendatang. Sertifikasi adalah komponen penting dalam membangun ekosistem bisnis PostgreSQL. Dengan ekosistem bisnis yang hebat, PostgreSQL bisa melakukan penetrasi lebih dalam," ujarnya.

Bahasan ini menjadi salah satu topik yang disuguhkan dalam konferensi PGConf.Asia 2020 yang saat ini sedang berlangsung hingga tanggal 20 November 2020.

Situasi pandemi memaksa PostgreSQL Conference (PGCONF) yang digelar tahun ini beralih ke format virtual. Namun karena itu pula, konferensi PostgreSQL di 2020 menjadi sangat istimewa karena lebih akbar dibandingkan sebelumnya.

Di tahun ini, PostgresConf.CN (China) dan PGConf.Asia menjadi tuan rumah bersama. Istimewanya lagi, untuk pertama kalinya, PostgreSQL Conference merupakan gabungan berbagai acara yang berlangsung secara online dengan sesi offline tambahan yang digelar di sejumlah kampus universitas terkemuka di Tiongkok. Ini akan menjadi salah satu konferensi PostgreSQL terbesar yang pernah diselenggarakan di Asia.

Kegiatan PostgreConf.CN 2019 berlangsung di Beijing, dihadiri para pengguna, pengembang, dan berbagai komunitas PostgreSQL dari seluruh dunia. Sedangkan PGConf.Asia juga merupakan acara tahunan PostgreSQL. Tahun lalu, Indonesia jadi tuan rumah PGConf.Asia 2019 yang berlangsung di Bali.

Pada perhelatan PostgreSQL tingkat dunia ini, dihadirkan puluhan pembicara dari berbagai negara, termasuk CEO PT Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang bersama dua orang ahli dan penggiat PostgreSQL lainnya dari Indonesia. Julyanto juga hadir sekaligus sebagai Global Committee PGConf.Asia 2020.

Pembahasan mengenai pentingnya sertifikasi PostgreSQL global (PostgreSQL Global Certification) akan dibawakan Julyanto dalam salah satu sesi PGConf.Asia 2020 di tanggal 19 November 2020 yang membahas pentingnya sertifikasi PostgreSQL global (PostgreSQL Global Certification).

Tak hanya itu, ada sejumlah sesi PGConf.Asia 2020 lainnya yang sangat menarik dan relevan untuk komunitas PostgreSQL di Indonesia, antara lain:

  • How Does PostgreSQL Open the Door of the Enterprise yang dibawakan oleh Huayang Liu dari China PostgreSQL Association
  • New Energy Industry Based on PostgreSQL Multitenant Implementation oleh Xiaollang Ma dari China PostgreSQL Association
  • Top 10 Mistakes When Migrating from Oracle to PostgreSQL oleh Jim Mlodgenski dari Amazon Web Services

Konferensi PGConf.Asia 2020 dibuka pada 17 November dengan presentasi tentang Alibaba Cloud PostgreSQL ecological cloud native database product yang dibawakan oleh China PostgreSQL Association.

Selain itu, masih banyak serangkaian topik lainnya yang akan memaparkan seputar implementasi dan dampak PostgreSQL di dunia bisnis. Informasi lebih lengkap mengenai perhelatan ini, bisa mengunjungi website resmi PGConf.Asia 2020.



Simak Video "Twitter Alihkan Kepemilikan Akun Presiden AS ke Joe Biden"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)