Digitalisasi Aksara Lontara adalah Mimpi Lama yang Segera Terwujud

Digitalisasi Aksara Lontara adalah Mimpi Lama yang Segera Terwujud

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 07 Nov 2020 13:32 WIB
Pandi menggandeng Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara sebagai jalan menuju mendigitalkan aksara Lontara.
Foto: Pandi
Jakarta -

Upaya Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) digitalisasi aksara daerah terus berlanjut. Usai aksara Jawa, Sunda, Bali, hingga Pegon, kini giliran aksara Lontara.

Pandi menggandeng Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara sebagai jalan menuju mendigitalkan aksara yang berasal dari Sulawesi Selatan itu. Menandakan kolaborasi kedua belah pihak pun ditandai dengan ditandatangani dengan nota kesepahaman.

Sebagai informasi, aksara Lontara juga dikenal sebagai aksara Bugis, aksara Bugis-Makassar, atau aksara Lontara Baru. Aksara ini biasanya digunakan sebagai sarana mengekspresikan bahasa Bugis dan bahasa Makassar dalam bentuk tulisan. Selain itu juga merupakan salah satu aksara tradisional Indonesia yang berkembang di Sulawesi Selatan.

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo menyebutkan digitalisasi aksara Lontara merupakan bagian dari sekian banyak aksara daerah yang dimasukkan ke dalam program Merajut Nusantara Melalui Digitalisasi Aksara.

"Kegiatan ini diharapkan bisa memperkenalkan kembali dan melestarikan bagian dari budaya asli Indonesia. Kami sangat untuk bekerjasama dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara dalam rangka melanjutkan pelestarian aksara daerah," ujar Yudho dalam keterangannya.

Kerja sama antara Pandi Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara fokus pada pelestarian aksara yang diimpelementasikan ke dalam bentuk kompetisi pembuatan website berkonten aksara Lontara. Lomba tersebut direncanakan digelar akhir tahun 2020.

Wakil Dewan Pembina Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara Andi Alifian Mallarangeng menyambut baik kerja sama untuk melestarikan aksara Lontara.

"Lontara sebenarnya merupakan aksara nusantara pertama yang terdaftar di Unicode, kami upayakan bersama sekitar tahun 90-an silam, hanya saja belum diresmikan penggunaannya secara luas. Dari MoU yang terjalin dengan Pandi saat ini, saya sangat bersemangat untuk kembali bersama-sama melestarikan Aksara Lontara," ungkap Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nurhayati Rahman, Ketua Dewan Pembina Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara yang juga merupakan filolog aksara Lontara mengungkapkan, digitalisasi aksara yang diupayakan Pandi merupakan satu hal yang dicita-citakannya sejak dulu dan berharap bisa tetap lestari.

"Ini adalah mimpi sejak lama, huruf Lontara nantinya bisa diketik dan dilihat langsung di perangkat elektronik (laptop, handphone). Namun dalam perkembangannya harus tetap menggunakan huruf aslinya, karena akan mengubah sejarah dari huruf Lontara itu sendiri," ujar Nurhayati yang juga merupakan Guru Besar FIB Universitas Hasanudin Makassar.



Simak Video "Domain Internet dengan Aksara Jawa 'Hanacaraka' Bakal Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)