Digitalisasi, Kunci Aksara Bali Selamat dari Kepunahan

Digitalisasi, Kunci Aksara Bali Selamat dari Kepunahan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 06 Nov 2020 18:30 WIB
Digitalisasi Aksara Nusantara
Foto: Pandi
Jakarta -

Selain aksara Sunda dan aksara Jawa, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) juga menggelar kompetisi pembuatan website yang isinya aksara Bali. Langkah ini sebagai cara digitalisasi aksara daerah agar tidak mudah dimakan zaman.

Dalam pelaksanaan kompetisi pembuatan website berkonten aksara Bali ini, Pandi menggandeng Universitas Udayana, di mana kompetisi ini merupakan salah satu bagian dari program Merajut Nusantara melalui Digitalisasi Aksara.

"Seperti kita tahu bahwa sebelumnya telah diselenggarakan kompetisi aksara Jawa dan aksara Sunda yang saat ini masih berjalan, pada kesempatan ini, kami dan Universitas Udayana menyelenggarakan kompetisi serupa untuk aksara Bali," ujar Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Diharapkan nantinya akan ada banyak konten yang bermunculan dan bervariasi di internet berisikan aksara Bali.

"Tren positif ini harus kita terus upayakan, agar semakin banyak masyarakat yang menggunakan aksara leluhurnya, dengan begitu aksara daerah khususnya Bali akan terus lestari, ungkap Yudho.

Selain aksara Sunda dan aksara Jawa, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) juga menggelar kompetisi pembuatan website yang isinya aksara Bali.Selain aksara Sunda dan aksara Jawa, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) juga menggelar kompetisi pembuatan website yang isinya aksara Bali. Foto: Pandi

Sementara itu, Anak Agung Raka Sudewi, selaku Rektor Universitas Udayana mengatakan bahwa Udayana sebagai kampus yang berbasis budaya, memiliki kepentingan secara sosial maupun akademis untuk turut serta menyukseskan program digitalisasi aksara ini, melalui kompetisi pembuatan website berkonten aksara Bali.

Sejatinya aksara Bali merupakan salah satu kekayaan budaya Bali yang keberadaannya perlu mendapat perhatian serius.

Selain itu, keberadaan aksara Bali sudah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Bali, terlebih setelah adanya Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Peraturan Gubernur Bali No 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

"Untuk itu, Universitas Udayana turut serta mendukung segala usaha untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan keberadaan aksara Bali," pungkasnya.

Pendaftaran kompetisi pembuatan website berkonten aksara Bali dibuka sejak 27 Oktober kemarin hingga 8 November 2020. Bila kalian tertarik untuk turut mendigitalkan aksara Bali bisa mengunduh formulir pendaftarannya di link s.id/LombaDesainWebsite2. Sarat dan ketentuannya bisa dilihat di s.id/SKLombaDesainWebsite.



Simak Video "Domain Internet dengan Aksara Jawa 'Hanacaraka' Bakal Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)