Politisi Demokrat: Twitter Donald Trump Harus Dicekal

Politisi Demokrat: Twitter Donald Trump Harus Dicekal

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 06 Nov 2020 20:02 WIB
Trump-Twitter: Rencana perintah eksekutif Trump dan penegasan Twitter akan terus menunjukkan informasi tak benar terkait pemilu di dunia
Donald Trump. Foto: BBC World
Washington -

Petahana presiden Amerika Serikat, Donald Trump, gemar sekali memakai Twitter. Dia sering mengklaim telah terjadi kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres AS 2020 dan membuat jengah banyak pihak lantaran tidak ada bukti validnya.

Twitter sendiri telah memberi label peringatan pada cukup banyak kicauan Trump yang dianggap menyesatkan. Salah satunya, dia menyebut memimpin di beberapa negara bagian krusial, tapi mendadak suaranya hilang secara misterius. "Sangat aneh," cuitnya.

"Mereka mencoba untuk merampok pemilu," tulisnya dalam tweet yang lain. "Sebagian atau semua konten yang dibagikan di tweet ini diperdebatkan dan mungkin tiak tepat," begitu peringatan dari Twitter.

Twitter sendiri punya kebijakan untuk tidak mencekal atau menghapus akun milik presiden AS sehingga meski banyak melakukan pelanggaran, sejauh ini Trump masih dapat melenggang. Namun politisi Partai Demokrat dan juga anggota Konggres AS, David Cicilline, menilai Twitter harus bertindak.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, Jumat (6/11/2020) ia menyarankan pihak Twitter mencegah Donald Trump berkicau setidaknya sampai penghitungan suara selesai agar situasi tidak semakin kisruh. Pendapat senada disuarakan oleh politisi lainnya.

"Saat ini, akun presiden memajang kebohongan dan misinformasi tanpa henti. Hal itu merupakan ancaman bagi demokrasi kita dan harus dicekal sampai semua suara telah dihitung," tulis David.

"Tolong cekal sajalah akun dia, Twitter. Semua itu murni adalah disinformasi. Semua suara valid telah dihitung. Ini Amerika, bukan Rusia," tulis Gerry Connoly, anggota Kongres lain dari Partai Demokrat.

Ketika dikonfirmasi, pihak Twitter menyatakan selalu awas terhadap kicauan Donald Trump sehingga rutin memberi label peringatan. Tweet itu juga dibatasi agar tidak banyak di-share oleh pengguna yang lain.



Simak Video "Donald Trump Seret Facebook hingga Google ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)