Asal Muasal WhatsApp yang Penuh Drama - Halaman 3

Dunia WhatsApp

Asal Muasal WhatsApp yang Penuh Drama

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 31 Okt 2020 06:00 WIB
Jan Koum Brian Acton
Brian Acton dan Jan Koum. Foto: istimewa

Pecah kongsi dengan Mark Zuckerberg

Acton dan Koum pun kaya raya dan sempat beberapa tahun gabung di Facebook untuk memimpin WhatsApp. Karena perbedaan visi dengan Mark Zuckerberg, keduanya memutuskan resign dengan drama yang cukup menghebohkan.

Acton yang pertama resign pada akhir 2017, menyusul kemudian Koum pada pertengahan 2018. Dia rupanya menyesal karena merasa mengorbankan privasi user dan membiarkan WhatsApp terancam dirasuki iklan, setelah Facebook membelinya. Baik Acton maupun Koum memang anti iklan.

Facebook tentu ingin investasinya yang sangat besar pada WhatsApp bisa kembali. Maka beragam cara monetisasi pun dilakukan oleh jejaring sosial terbesar di dunia itu, termasuk dengan iklan. "Pada akhirnya, aku menjual perusahaanku. Aku menjual privasi user. Aku membuat pilihan dan berkompromi. Dan hal itu selalu mengusikku setiap hari," sebut Acton.

Acton bahkan sempat terang-terangan mengatakan seruan untuk 'memboikot' jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu saat geger skandal Cambridge Analytica. "Sudah saatnya," tulisnya singkat, dengan disertai tagar #deletefacebook.

Adapun Koum lebih kalem di mana alasan kenapa dia resign tidak ia katakan dengan jelas, namun kuat dugaan tidak jauh beda dari alasan Acton. Acton kemudian gabung sebagai investor dan pendiri Sinal, pesaing WhatsApp yang dianggap aman, bahkan mengucurkan dana ke layanan itu.

Dari kesuksesan WhatsApp, Koum dan Acton sudah kaya raya. Kekayaan Koum menurut Forbes di kisaran USD 10 miliar. Ia punya banyak rumah mewah dan pacar cantik jelita. Adapun harta Acton di kisaran USD 2,5 miliar.

(fyk/fay)